spot_img
Rabu 28 Januari 2026
spot_img

Masa Tanggap Darurat di Kabupaten Agam Sumbar Diperpanjang

AGAM, FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat dan daerah masih terus melakukan sejumlah penanganan bencana banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Langkah penanganan yang dilakukan pemerintah berupa perpanjangan masa tanggap darurat hingga pengerahan alat berat.

BACA JUGA:

Prabowo Subianto 4 Kali Reshuffle Kabinet Selama 2025

Mengutip tempo.co, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, Pemerintah Kabupaten Agam memperpanjang masa tanggap darurat karena masih terjadi longsor susulan.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, longsor terakhir terjadi hingga tiga hari sebelum 4 Januari 2026.

“Masih ada longsor di Kabupaten Agam,” ungkap Abdul.

Ancaman Longsor Susulan Masih Tinggi

BNPB mendeteksi adanya rekahan di wilayah hulu Agam. Penyebabnya, hujan dengan intensitas sedang tetapi berdurasi lama masih berpotensi memicu longsor susulan.

“Kalau ada hujan intensitas sedang tapi berdurasi lama, masih berpotensi longsor susulan,” kata Dia.

Pemerintah terus melakukan pemantauan dan upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak bencana lanjutan.

Longsor 120 Meter di Ngarai Sianok

Salah satu kejadian besar adalah longsor di Gebing Ngarai Sianok Kabupaten Agam. Ketinggiannya sekitar 120 meter dan lebar 15 meter.

Longsor terjadi setelah hujan deras berkepanjangan. BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA:

Penuhi Air Bersih, Polri Bangun 436 Sumur Bor di Sumatera

Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang berencana mengerahkan dua unit alat berat ke Agam.

Demikian disampaikan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, Naryo Widodo.

Menurutnya, satu alat berat dijadwalkan 3 Januari. Dan sisanya pada 6 Januari 2026.

Pengerahan ini difokuskan pada kawasan Kelok 28 yang masih menyimpan material longsoran dan berpotensi memicu bencana susulan.

Selain itu, sejumlah instansi telah mengerahkan alat berat di lokasi bencana. Alat tersebut dari Polri, Balai Wilayah Sungai dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Agam.

Kementerian Pekerjaan Umum mencatat hingga akhir Desember 2025 telah menyiagakan total 341 unit alat berat di wilayah terdampak Sumatera. Terdiri dari 114 unit milik kementerian dan 227 unit dari BUMN.

BPBD Kabupaten Agam mencatat jumlah pengungsi akibat banjir bandang di Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya meningkat menjadi 428 orang.

BACA JUGA:

Indonesia Beli 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri

“Sebelumnya pengungsi hanya 314 orang. Kini bertambah menjadi 428 orang,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur.

Menurut Dia, banjir bandang di wilayah tersebut berulang kali terjadi akibat meluapnya Sungai Muaro Pisang.

Kementerian Pekerjaan Umum memindahkan warga terdampak di Kecamatan Tanjung Raya ke hunian sementara di Palembayan, Kabupaten Agam.

Selain itu, pemerintah juga memobilisasi satu unit Mobile Treatment Unit dan lima hidran umum untuk memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian.

BNPB mencatat adanya tambahan 10 korban meninggal dunia akibat bencana ekologis di Sumatera pada 4 Januari 2026.

Total korban meninggal kini mencapai 1.177 orang. Termasuk dua korban dari Sumatera Barat.

Jumlah pengungsi di seluruh Sumatera tercatat masih mencapai 242.174 jiwa. Meski mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru