spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wapres Ma’ruf Amin Lantik 1.079 Pamong Praja Muda dari IPDN

SUMEDANG,FOKUSJabar.id: Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, secara resmi melantik 1.079 pamong praja muda dari angkatan ke-31 tahun 2024 di lapangan kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis, 1 Agustus 2024.

Acara pelantikan tersebut dihadiri oleh beberapa tokoh penting, di antaranya Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo. Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan lencana pamong praja serta pengalungan Kartika Astha Brata kepada lulusan terbaik. Selanjutnya, seluruh pamong praja muda mengucapkan ikrar sebagai tanda resmi pengabdian mereka.

Sebelum dilantik, pada tanggal 29 Juli 2024, para pamong praja muda yang telah menyelesaikan studi sarjana terapan ilmu pemerintahan selama empat tahun ini diwisuda oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Setelah pelantikan, mereka akan ditugaskan di berbagai instansi pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun di provinsi, kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyatakan keyakinannya bahwa para pamong praja muda telah siap secara mental dan fisik untuk menjalankan tugas melayani masyarakat dengan profesionalisme dan integritas yang tinggi.

“Saya percaya, pamong praja muda ini akan membawa perubahan positif untuk kemajuan bangsa,” ujar Ma’ruf Amin.

Wapres Ma’ruf Amin Tegaskan Pentingnya Pengetahuan dan Konsolidasi

Beliau juga menekankan pentingnya pengetahuan yang telah mereka peroleh untuk menerapaknnya dalam praktik. Tidak hanya terkait politik, hukum, dan pemerintahan, tetapi juga pemahaman tentang budaya, karakter, dan kebiasaan masyarakat. Seorang pamong praja harus memiliki kemampuan koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan berbagai elemen birokrasi. Serta mampu membangun komunikasi yang efektif dalam memahami aspirasi masyarakat.

“Kemampuan koordinasi dan kolaborasi sangat penting, selain kemampuan komunikasi yang baik dalam menyerap aspirasi masyarakat,” tuturnya.

Wapres Ma’ruf juga mengharapkan para pamong praja muda mampu membawa inovasi dalam metode kerja mereka. Harus lebih cepat, efisien, dan efektif, serta meninggalkan cara kerja yang lambat dan prosedural yang berbelit-belit.

“Tinggalkan cara kerja lama yang lamban dan tidak efisien. Ciptakan inovasi baru yang lebih cepat dan efektif,” tegas Ma’ruf.

Menghadapi masa transisi pemerintahan setelah Pemilihan Presiden, Ma’ruf juga berpesan agar pamong praja muda memperkuat koordinasi. Kemudian juga berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan di wilayah tugas mereka.

Ma’ruf menambahkan bahwa IPDN beserta para lulusan pamong praja harus mendukung proses peralihan pemerintahan. Dengan kepemimpinan yang adaptif dan fleksibel guna menghadapi berbagai tantangan dan perubahan selama transisi.

“Saya berharap IPDN dan para pamong praja berperan aktif dalam mendukung peralihan pemerintahan. Dengan menunjukkan kepemimpinan yang adaptif dan fleksibel,” pungkasnya.

Dengan pelantikan ini, diharapkan para pamong praja muda dapat menjadi tulang punggung perubahan dan perbaikan birokrasi Indonesia di masa mendatang.

(Humas Jabar/Irfansyahriza)

spot_img

Berita Terbaru