GARUT, FOKUSJabar.id: Akhir-akhir ini wabah virus Corona menjadi trending topic dan mendapatkan tanggapan serius dari pemerintah Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan surat edaran No3 Tahun 2020 tentang pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan tertanggal 9 Maret 2020.
Seperti diketahui penyebaran penyakit Pneumonia Berat yang belum diketahui etiologinya terdeteksi akhir Desember 2019 di Wuhan Tiongkok.
Surat edaran Kemendikbud tersebut diantaranya, mengoptimalkan peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) atau Unit Layanan Kesehatan di Perguruan Tinggi (PT) agar berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat.
Memastikan ketersedian sarana untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tissue) di tempat-tempat strategis Satuan Pendidikan, memonitor absensi warga Satuan Pendidikan.
Baca Juga : Cegah Virus Corona, Ini Imbauan Disdik Kota Bandung
Mengingatkan seluruh warga Satuan Pendidikan untuk tidak berbagi makanan, minuman dan alat musik tiup serta menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di luar lingkungan Satuan Pendidikan (berkemah dan studi wisata).
Menanggapi surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Garut, Ahmad Bajuri mengimbau agar semua sekolah dan Gugus Depan (Gudep) mentaatinya.
Tak hanya itu, Bajuri juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sebagai upaya menangkal Covid-19. Salah satunya, mencuci tangan menggunakan sabun (tissue).
“Untuk menangkal Covid-19, kuncinya ada pada pola hidup sehat dan bersih. Oleh karena itu, seluruh anggota Pramuka harus bisa menjaga kebersihan dan kesehatan,” pesan Bajuri yang juga mantan Ketua Forum Garut Sehat kepada FOKUSJabar.id, Jumat (13/3/2020).
(Andian/Bam’s)


