spot_img
Selasa 3 Februari 2026
spot_img

Dominasi Nomor Tarung Bebas, Satlat Margacinta Boyong Piala Wali Kota Bandung 2019

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Satuan Latihan (Satlat) Margacinta memastikan diri sebagai juara umum pada kejuaraan Tarung Derajat Piala Wali Kota Bandung 2019 yang digelar di GOR Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung. Hingga laga terakhir kejuaraan, Minggu (27/10/2019) malam, satlat Margacinta berhasil meraup 13 medali emas, 8 medali perak, dan 11 medali perunggu.

Raihan medali satlat Margacinta, jauh mengungguli raihan medali satlat Kurdi yang mengoleksi 9 medali emas, 6 medali perak, 11 medali perunggu dan harus puas di posisi runner up. Sementara peringkat tiga diraih satlat Yapiska dengan raihan 6 medali emas, 4 medali perak, dan 8 medali perunggu.

Keberhasilan satlat Margacinta memboyong trophy Wali Kota Bandung tidak terlepas dari dominasi para atletnya di nomor tarung bebas yang menyumbang 11 medali emas, 6 medali perak, dan 10 medali perunggu. Ke-11 medali emas tersebut masing-masing diraih dari kelompok SD sebanyak 4 medali emas, kelompok SMP sebanyak 3 medali emas, kelompok SMA sebanyak 1 medali emas, dan kelompok umum sebanyak 3 medali emas.

Empat medali emas dari kelompok SD diraih dari KU 8-9 tahun putra kelas 26,1-28 kg atas nama Halilintar, KU 10-11 tahun kelas 32,1-34 kg atas nama Sevanu, KU 10-11 tahun kelas 34,1-36 kg atas nama Fijar, dan KU 10-11 tahun kelas 44,1-46 kg atas nama Rifaldi. Lalu tiga medali emas di kelompok SMP disumbangkan Hazar di KU 13-14 tahun kelas 34,1-37 kg putra, Dava dari KU 13-14 tahun kelas 49,1-52 kg putra, dan Aurel dari KU 13-14 tahun kelas 48,1-51 kg putri.

Sementara di kelompok SMA, satlat Margacinta hanya meraih satu medali emas dari KU 16-19 tahun kelas 43,1-46 kg putra atas nama Tama. Tiga medali emas terakhir diraih dari kelompok umum di KU 20-26 tahun kelas 67,1-70 kg putra atas nama Nauval, KU 20-26 tahun kelas 45,1-50 kg putri atas nama Wulan, dan KU 35-45 tahun kelas 70,1-75 kg putra atas nama Indra.

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Bandung, Yayan mengatakan, kejuaraan digelar di berbagai kelompok usia serta berat badan dengan beberapa tujuan. Untuk kelompok usia anak-anak dan pemula, dilakukan sebagai ajang pembibitan atlet.

“Sementara untuk kategori junior dan senior, kita gelar sebagai sarana penjaringan atlet untuk persiapan menghadapi ajang kejuaraan di level lebih tinggi serta Porda Jabar tahun 2022 mendatang. Dan di kelompok usia lanjut sebagai salah satu persyaratan untuk menjadi pelatih tarung derajat,” ujar Yayan.

Terkait potensi atlet yang tampil di kejuaraan, Yayan mengaku sudah cukup baik meski harus ada peningkatan di beberapa hal. Baik dari sisi teknik maupun dari sisi fisik.

“Sebagian besar atlet yang tampil di kejuaraan itu di kelompok SD dan SMP, jadi lebih ke menambah pengalaman bertanding. Setidaknya mereka merasakan dulu aroma pertandingan dalam sebuah kompetisi. Kalau dari sisi teknis, bagi yang pertama bertanding, sudah cukup baik,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

spot_img

Berita Terbaru