BANDUNG, FOKUSJabar.id: Keberhasilan tim Bola Voli putra Jawa Barat meraih gelar juara kualifikasi PON XX/2020 Papua membuat asa mengawinkan medali emas semakin terbuka.
Dimas Saputra dkk berhasil lolos ke PON XX sekaligus menjadi jawara kualifikasi usai membungkam DKI Jakarta dengan skor 3-0 (25-22, 25-20, 25-17) pada babak final yang digelar di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8/2019) malam.
Tim Bola Voli indoor putra Jabar sendiri tampil perkasa sejak babak penyisihan pool B dengan meraih tiga kemenangan sekaligus melaju ke babak semifinal sebagai juara pool.
Tiga kemenangan di babak penyisihan pool B diraih atas DI Yogyakarta dengan skor 3-1 (25-19, 23-25, 25-20, 25-23), lalu atas Bali dengan skor 3-0 (25-18, 25-13, 25-17), dan menekuk Kalimantan Barat (Kalbar) 3-0 (25-11, 25-9, 25-18).
Di babak semifinal, Dimas Saputra dkk ditantang Jawa Tengah (Jateng) sebagai runner up di pool A. Menghadapi Jateng, tim asuhan Teddy Hidayat harus berjibaku untuk memenangkan laga dengan skor 3-2 (25-27, 25-15, 23-25, 25-22, 15-11).
Sementara pada babak final, Jabar menghadapi tuan rumah kualifikasi PON XX/2020, DKI Jakarta. Tampil dibawah tekanan suporter tuan rumah, Dimas Saputra dkk mampu tampil sangat baik dan menyelesaikan laga dalam tiga set dengan skor 25-22, 25-20, dan 25-17 untuk memastikan gelar juara kualifikasi PON XX/2020.
” Alhamdulillah, anak-anak mampu tampil baik meski beberapa pemain baru ikut bergabung dengan tim saat satu bulan menjelang pelaksanaan babak kualifikasi,” ujar Ketua Umum Pengprov PBVSI Jabar, H. MQ Iswara saat ditemui di sekretariat Pengprov PBVSI Jabar, Jalan Lodaya Kota Bandung, Senin (12/8/2019).
Iswara mengaku, keberhasilan Dimas Saputra dkk mencetak prestasi di babak kualifikasi menjadi motivasi tambahan untuk tampil lebih baik saat PON XX digelar pada tahun 2020 di Papua. Bahkan asa untuk mengawinkan medali emas di bola voli indoor pada PON XX/2020 pun makin terbuka lebar.
” Prestasi di babak kualifikasi jadi motivasi tambahan untuk di PON XX tahun 2020 nanti. Melihat penampilan anak-anak di babak kualifikasi,mudah-mudahan Jabar bisa mengawinkan medali emas bola voli indoor pada PON XX tahun 2020 di Papua,” terangnya.
Meski demikian, lanjutnya, keberhasilan menjadi juara babak kualifikasi tidak membuat para pemain dan ofisial tim jemawa. Proses evaluasi harus tetap dilakukan untuk meningkatkan performa, baik secara individu maupun tim.
” Kita masih ada waktu satu tahun kedepan untuk meningkatkan performa. Baik fisik, teknik hingga kerja sama tim,” tegasnya.
Sementara Pelatih tim bola voli putra Jabar, Teddy Hidayat menuturkan, evaluasi tim akan tetap dilakukan meski timnya berhasil menjadi juara kualifikasi PON XX/2020. Pasalnya, empat tim putra yang berhasil lolos dari kualifikasi PON XX di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, dipastikan melakukan evaluasi.
” Apalagi untuk PON XX tahun 2020 di Papua, ada Jawa Timur yang lolos langsung sebagai juara PON XIX/2016, lalu tuan rumah Papua, serta dua tim dari wilayah Sumatera dan Sulawesi. Jadi kami harus lebih baik lagi, baik dari sisi teknik, fisik, hingga kerjasama tim,” pungkas Teddy.
(ageng/bam’s)


