BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelaran Musyawarah Olahraga tingkat Kota (Musorkot) KONI Kota Bandung 2019 kemungkinan besar akan digelar Senin-Selasa (29-30/4/2019) mendatang.
Salah satu agenda utama pada pelaksanaan Musorkot KONI Kota Bandung 2019 tersebut yakni pemilihan Ketua Umum KONI Kota Bandung masa bakti 2019-2023.
Ketua Umum KONI Kota Bandung 2015-2019, Aan Johana menuturkan, tahapan persiapan menuju pelaksanaan Musorkot KONI Kota Bandung sudah dilakukan pihaknya. Selain pembentukan organizing commite (OC, panitia pelaksana) dan steering commite (SC, panitia pengarah), tahapan lain pun terus dilakukan untuk menyukseskan pelaksanaan Musorkot KONI Kota Bandung 2019.
” Untuk Ketua OC sudah dipilih Pak Cece (Cece Muharam) dan Ketua SC dipilih Pak Ayub (Salahudin Al Ayubi). Itu berdasarkan hasil rapat pleno pengurus. Sekarang kita tetapkan tanggal pelaksanaan yakni 29 dan 30 April 2019 sesuai dengan kesepakan yang diambil oleh semua anggota KONI Kota Bandung,” ujar Aan saat ditemui usai pelaksanaan Rapat Koordinasi Persiapan Musorkot KONI Kota Bandung Tahun 2019 di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Kamis (21/2/2019) malam.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan KONI Jabar, lanjut Aan, Kepengurusan KONI Kota Bandung masa bakti 2015-2019 berakhir pada tanggal 6 Maret 2019. Meski demikian, pemunduran jadwal pelaksanaan Musorkot KONI Kota Bandung Tahun 2019 dinilai masih sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
” Meski masa bakti kepengurusan sudah habis berdasarkan SK, berdasarkan AD/ART KONI, kepengurusan yang bersangkutan masih punya kewenangan melakukan kegiatan maksimal enam bulan setelah tanggal masa bakti habis. Apalagi kegiatan Musorkot ini kan untuk mengganti kepengurusan,” terangnya.
Aan menambahkan, ditetapkannya waktu pelaksanaan Musorkot KONI Kota Bandung bukan dimaksudkan untuk memperpanjang masa bakti kepengurusan. Namun perlu penyiapan materi untuk persiapan Musorkot KONI Kota Bandung salah satunya Laporan Pertanggungjawaban (LPj).
” Di bulan Maret sampai April 2019, padat dengan agenda politik menghadapi perhelatan pesta demokrasi. Jadi kita memilih tanggal 29 dan 30 April setelah pelaksanaan pesta demokrasi selesai. Meski sudah kita tetapkan tanggal, tapi kita akan koordinasi dulu dengan pemerintah kota. Jika direstui, baru kami gelar sesuai kesepakatan,” pungkasnya.
(ageng/bam’s)


