BANDUNG, FOKUSJabar.id: Anggota DPRD Jabar Fraksi PDIP Waras Wasisto tak tahu menahu tentang keterlibatannya dalam kasus Meikarta. Dia malah buka suara soal peran Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa terkait uang sogok Rp1 milyar dari pengusaha Meikarta.
“Saya tak ikut dalam pembicaraan dengan mereka, apalagi minta-minta duit. Namun, memang setelah pertemuan itu, Iwa berbisik kepada saya, mereka akan bantu untuk banner. Sulaeman juga dengar apa yang dikatakan Pak Sekda itu,” kata Waras melalui siaran pers, Selasa (22/1/2019).
Banner yang dimaksud, kata Waras, terkait dengan rencana pencalonan Sekda Jabar itu dalam Pilgub Jabar 2018. Menurut Waras, setelah pertemuan itu dia tak pernah berkomunikasi lagi dengan Sulaeman.
“Sejak itu, saya tak ada lagi komunikasi dengan Sulaeman. Saya juga tak kenal dengan Neneng Rahmi dan Hendry. Jadi saya tak tahu menahu soal uang itu,” bebernya.
Namun demikian, peryataan itu berbanding terbalik dengan fakta persidangan pada Senin (21/1/2019) yang disampaikan Henry Lincoln.
Linclon menyatakan bahwa dalam pertemuan di Rest Area itu tidak membahas mengenai permintaan uang Rp1 milyar untuk percepatan proses RDTR.
Hanya saja, saat itu Waras menyampaikan kepada Lincoln bahwa Iwa sedang mengikuti proses sebagai bakal calon Gubernur melalui PDIP.
“Waras menyampaikan beliau (Iwa Karniwa) ikut dalam bakal calon Gubernur Jabar. Setelah pertemuan, Pak Waras minta (uang Rp1 milyar),” katanya saat menjadi saksi di persidangan.
Setelah pertemuan itu, Lincoln dua kali bertemu dengan Iwa Karniwa di ruang kerjanya. Namun di dua pertemuan itu, Iwa tidak menanyakan uang yang diminta oleh Waras Wasisto. Mereka membahas perkembangan RDTR Kabupaten Bekasi.
Jaksa KPK dalam sidang menanyakan apa yang dibahas dalam pertemuan kedua dan ketiga. Henry menjawab bahwa Iwa meminta penjelasan tentang penyampaian draft Raperda RDTR yang substansinya akan dibahas di BKPRD.
“Pertemuan ketiga di Januari 2018 di dilakukan di ruang kerja Iwa. Karena sampai dengan Januari persetujuannya belum turun juga, jadi kami dengan bu Neneng menanyakan sejauh mana bantuan yang sudah diberikan oleh Sekda provinsi terhadap persetujuan,” ucapnya.
Sedangkan uang Rp1 milyar yang dibahas pada pertemuan pertama diberikan melalui Sulaeman sebesar Rp900 juta melalui Sulaeman pada Desember 2017. Dari Sulaeman, uang diberikan kepada Waras Wasisto.
“Waktu itu sedang kebetulan kami ada basecamp di dekat Bahana (Bekasi). Uang diserahkan oleh Neneng dan kemudian saya minta staf saya untuk menyerahkan ke Sulaeman di Grand Wisata, di Bekasi,” pungkasnya.
(Achmad Nugraha/DAR)


