spot_img
Jumat 6 Februari 2026
spot_img

Masa Bakti Habis, Ini Harapan Aan Johana bagi Kepengurusan KONI Kota Bandung Kedepan

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menjelang akhir kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung masa bakti 2014-2019, rumor mengenai calon pengganti Aan Johana sebagai Ketua Umum KONI Kota Bandung mulai bermunculan. Kepengurusan KONI Kota Bandung 2014-2019 sendiri berakhir pada bulan April 2019.

Aan Johana yang sudah menjabat sebagai Ketua Umum KONI Kota Bandung selama dua periode, dipastikan tidak bisa kembali mencalonkan berdasarkan AD/ART KONI. Beberapa calon pengganti kepemimpinan Aan Johana pun mulai bermunculan.
Aan Johana menuturkan, dalam dua periode kepemimpinannya, kondisi KONI Kota Bandung secara internal cukup kondusif. Bahkan secara kualitas prestasi masih cukup baik dengan keberhasilan para atlet asal Kota Bandung yang menjadi bagian terbesar dalam kontingen Jabar di ajang nasional maupun Indonesia di ajang internasional.
“Untuk kepengurusan kedepan, siapapun nanti ketuanya, mohor dipertahankan soliditas dan kebersamaan karena itu menjadi salah satu kunci keberhasilan. Selain itu, penataan di bidang organisasi maupun bidang prestasi harus jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” ujar Aan saat ditemui di sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, Sabtu (29/12/2018).
Dalam dua periode kepemimpinannya di KONI Kota Bandung, Aan menuturkan jika potensi atlet Kota Bandung sangat luar biasa. Kegagalan meraih gelar juara umum di dua kali gelaran Porda, lebih dikarenakan beberapa faktor non teknis yang terjadi.
Ini karena potensi tuan rumah di gelaran dua Porda yakni Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor sangat besar. Baik dari sisi teknis maupun non teknis.
“Kita harap di Porda 2022 nanti di Tasikmalaya,kita bisa meraih juara umum karena potensi itu sangat besar,” tambahnya.
Aan pun berharap penerus kepemimpinannya di KONI Kota Bandung bisa terus menjalin sinergitas yang baik dengan pihak pemerintahan. Baik dengan pihak eksekutif maupun legislatif.
“Hal itu jadi kunci untuk mendapat perhatian dari pemerintah. Kalau hubungan kurag sinergis, akan menimbulkan masalah kedepan dan mengganggu keberlangsungan pembinaan olahraga prestasi di Kota Bandung,” tuturnya.
Untuk motivasi dan perhatian terhadap cabang olahraga yang belum menunjukkan prestasi yang signifikan, Aan berharap untuk terus ada peningkatan. Untuk itu, Bidang Pembinaan dan Prestasi harus berani menyampaikan strategi dan formula yang tepat dan lebih baik sehingga semua cabang olahraga di Kota Bandung bisa lebih berprestasi.
“Karena itu, koordinasi harus lebih ditingkatkan diantara bidang sehingga bisa menghasilkan kebijakan yang lebih baik bagi cabang olahraga. Cabang olahraga pun harus paham terkait pelaksanaan pembinaan sehingga Kota Bandung tetap konsisten sebagai penyokong utama bagi prestasi Jabar maupun nasional,” tegasnya.
(ageng/bam’s)
spot_img

Berita Terbaru