BANDUNG, FOKUSJabar.id; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merasa prihatin dengan oprasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar. Rabu (12/12).
Diktehui kasus korupsi Bupati Cianjut tersebut juga KPK menyeret kepala dinas, kepala bidang, dari unsur MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah), dan pihak lain.
Dengan demikian semenjak Emil panggilan akrab Ridwan Kamil di lantik sebagai Gubernur Jawa Barat sudah tiga kepala derah yang menjadi tersangka kasus korupsi yaitu Bupati Bekasi, Bupati Cirebon dan yang terkahir bupati Cianjur.
Dengan demikian Emil menyatakan, pembangunan sistem pencegahan korupsi tidak akan berpengaruh jika integritas kepala daerahnya tidak baik.
Emil mengaku selalu mengingatkan kepada semua kepala daerah di Jawa Barat untuk menjaga integritas, melayani masyarakat dan profesional.
“Tugas saya adalah menjalankan undang undang, memberikan bimbingan, nasehat, termasuk nasehat ke diri saya sendiri. Tapi ujungnya itu kan pilihan keputusan batin dari setiap individu. Niat di dunia ini mencari nafkah atau memang mau membawa perubahan,” katanya saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (12/12)
Emil juga mengaku, sangat sedih pasalnya saat ini untuk mencari nafkah segalasa cara dilakukan hingga dengan hasil yang tidak halal.
“Kalau memang niatnya mencari nafkah biasanya selalu bermodus kan. Sagala we diteangan (Segala dicari). Jadi kalau disebut sedih sangat sedih, kalau disebut prihatin sangat prihatin,” ujarnya.
Emil mengklaim beragam upaya sudah dilakukan dalam membangun sistem untukencegah tindak korupsi. Diantaranya, membangun sistem online untuk perijinan. Lalu, memerintahkam Sekda untuk terus berkomunikasi dengan KPK.
Sudah berkali-kali dalam forum, Emil berkumpul dengan para kepala daerah membahas dan mengingatkan bahaya korupsi. Dengan begitu, problem sesungguhnya ia nilai bukan selalu pada sistem dari pemerintah, tetapi pada pola pikir Kepala Daerah.
“Eh kalau masih jebol juga saya sangat prihatin lah. Dan saya tidak akan berhenti untuk terus mengingatkan. Kira kira begitu,” kata dia.
Di samping itu, ia mengatakan terakhir bertemu dengan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dalam acara peresmian alun-alun Cianjur. “itu komunikasi saya terakhir,” tuturnya.
(AS)


