CIMAHI, FOKUSJabar.id : Baru di aspal ulang, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi kembali mengelupas. Penyebabnya, luapan air Sungai Ciputri yang menggenang badan jalan raya.
Ketika dikonfirmasi soal pengelupasan aspal tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, mengakui pengelupasan bisa terus terjadi selama musim hujan.
” Masalahnya tidak berubah, jadi ini karena kuatnya arus air. Lapisan perekat aspalnya terangkat, karena sudah banyak rekahan di aspal jalan itu. Kalau melihat kondisinya, bisa saja setiap arus deras ini kemungkinan akan ada pengelupasan meskipun sedikit,” jelasnya saat dihubungi melalui sambungan telpon, Rabu (5/12/2018).
Dikatakannya, kemungkinan jalan yang mengelupas itu tak akan diperbaiki selama musim hujan. Sebab, kata dia, akan sia-sia jika nantinya kembali dihantam air deras dari luapan sungai.
“Sepertinya tidak akan diperbaiki saat musim hujan, karena percuma nanti bisa mengelupas lagi. Paling penting kami membersihkan sisa pengelupasannya,” tegasnya.
Pihaknya belum mengetahui berapa panjang dan lebar pengelupasan yang terjadi kemarin. Kondisi terakhir, pengelupasan aspal sepanjang 150 meter dengan lebar 4,5 meter dan ketebalan 5 cm.
“Untuk panjang dan luas area yang mengelupas terbaru masih kita inventarisir terus,” bebernya.
Disinggung mengenai respon pengembang, yakni CV Tri Manunggal Karya, dia menuturkan pengembang siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Mengenai kemungkinan blacklist bagi pengembang, dia menegaskan hal tersebut belum terpikirkan sebab kejadian pengelupasan aspal karena faktor alam.
“Kita belum ada rencana melakukan blacklist pengembang, karena pengelupasan ini kan murni akibat kondisi alam yang ekstrem. Belum ada indikasi pengembang melakukan kecurangan. Kita masih menunggu hasil uji lab campuran aspalnya juga,” pungkasnya.
(Achmad Nugraha/Bam’s)


