spot_imgspot_img
Sabtu 24 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Puluhan Tahun Sulit Air Bersih, 60 KK di Majalengka Andalkan Air Selokan untuk Mandi dan Mencuci

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Puluhan tahun berlalu, warga Blok Raksabumi, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, masih harus berjuang keras demi mendapatkan pasokan air bersih.

Sekitar 60 kepala keluarga (KK) di RT 1 RW 05 terpaksa memanfaatkan aliran selokan Kali Cihieum untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci sehari-hari. Kualitas air kali tersebut sangat bergantung pada cuaca, di mana air terlihat lebih jernih saat kemarau namun mendadak menjadi keruh saat hujan turun.

Baca Juga: Fawaid Usung Visi “Pemuda Selaras, Majalengka Berkelas” di Pemilihan Ketua KNPI

“Kalau musim kemarau airnya lumayan agak bersih, tapi kalau musim hujan airnya sangat keruh. Apalagi sekarang menjelang musim penghujan,” kata Ketua RT 1 RW 05 Blok Raksabumi, Andis Setiawan, Sabtu (24/10/2026).

Andis memaparkan, air sumur di permukiman warga pun berkondisi keruh. Krisis air bersih ini tak hanya menyulitkan kegiatan rumah tangga, melainkan turut mengganggu operasional dua pondok pesantren dan Musala Darul Falah di wilayah setempat.

Potensi Sumber Air Kampung Angsana Terkendala Biaya Jaringan

Sebetulnya, warga menemukan sumber air yang jauh lebih layak di Kampung Angsana, berjarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga. Kendati demikian, warga belum mampu menyedot air tersebut ke Blok Raksabumi karena keterbatasan jaringan pipa distribusi.

Warga mengkalkulasi biaya pembangunan jaringan distribusi air tersebut mencapai sekitar Rp20 juta. Dana tersebut rencananya bakal menutupi pembelian pipa paralon, toren penampung berkapasitas 1.000 liter, serta tiang besi penyangga.

Pembangunan saluran pipa dari Kampung Angsana ini diyakini mampu menyuplai kebutuhan air bersih untuk 60 KK, dua pesantren, serta satu musala di Blok Raksabumi secara optimal.

“Kami berharap pemerintah bisa membantu dan memfasilitasi kebutuhan air bersih warga di sini,” ujarnya.

Nestapa Warga Sejak Kecil Gunakan Air Selokan

Krisis air bersih yang berlarut-larut ini turut dirasakan langsung oleh salah seorang warga lokal, Oping. Ia mengaku sudah menggunakan air selokan sejak masa kecilnya hingga sekarang.

“Dari kecil hingga sekarang saya selalu menggunakan air selokan untuk mandi dan mencuci. Ingin sekali di rumah ada air bersih yang bisa digunakan untuk minum dan keperluan lainnya,” kata Oping penuh harap.

Masyarakat Blok Raksabumi menggantungkan harapan besar agar pemerintah maupun pihak terkait segera merealisasikan pembangunan jaringan air dari Kampung Angsana. Warga merindukan akses air bersih yang layak tanpa perlu bergantung lagi pada aliran selokan.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru