spot_imgspot_img
Jumat 23 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

GP Ansor Kota Depok Bentuk Satgas Hijau Pesantren

DEPOK, FOKUSJabar.id: Gerakan menjaga kelestarian lingkungan mulai diperluas ke lingkungan pesantren di Kota Depok melalui peluncuran Satgas Hijau Pesantren yang di inisiasi Gerakan Pemuda (GP) Ansor .

Program tersebut di luncurkan langsung oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Balai Kota Depok, Kamis, 22 Oktober 2026.

BACA JUGA:

Pemerintah Dorong Peningkatan Kualitas Santri

Kehadiran Satgas Hijau Pesantren di harapkan dapat mendorong para santri mengambil peran aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Salah satu fokus gerakan ini adalah meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan sampah di lingkungan pondok pesantren.

Peluncuran program di tandai dengan penyematan rompi hijau kepada perwakilan anggota Satgas Hijau Pesantren oleh Supian Suri.

Inisiatif GP Ansor Kota Depok ini menjadi langkah untuk menumbuhkan kebiasaan hidup bersih di kalangan santri sekaligus mendukung upaya mewujudkan Kota Depok yang lebih hijau.

Supian Suri menyampaikan apresiasi atas keterlibatan GP Ansor dalam mengajak masyarakat pesantren untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan dan mengelola sampah perlu menjadi perhatian bersama. Termasuk di lingkungan pendidikan keagamaan.

Ia menilai, keberadaan pesantren tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pembinaan keagamaan. Tetapi juga perlu di dukung lingkungan yang bersih dan nyaman.

Kondisi tersebut penting agar para santri dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

“Teman-teman GP Ansor juga hadir menjadi bagian dari kota ini, menjadi kota hijau. Termasuk dalam pengelolaan sampah di pondok pesantren,” ujarnya.

Supian juga berharap, pondok pesantren dapat terus menjadi tempat yang aman dan kondusif bagi anak-anak untuk menuntut ilmu.

Lingkungan yang mendukung di nilai penting agar para santri dapat belajar dan menjalani kehidupan di pesantren dengan nyaman.

BACA JUGA:

Dinkes Depok Sediakan Klinik Berhenti Merokok di 39 Puskesmas

“Kita berharap pondok pesantren menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak santri, tempat yang aman dan kondusif. Mudah-mudahan, insyaallah, kita doakan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi, menyebut, peringatan Hari Santri Nasional dapat di manfaatkan untuk memperluas bentuk pengabdian santri.

Menurutnya, kontribusi santri tidak hanya di wujudkan melalui kegiatan keagamaan dan sosial, tetapi juga melalui tindakan nyata untuk menjaga lingkungan.

Kahfi menjelaskan, pembentukan Satgas Hijau Pesantren merupakan upaya untuk menempatkan pesantren sebagai bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan.

Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap sesama perlu berjalan beriringan dengan kesadaran menjaga alam.

“Satgas Hijau Pesantren adalah ikhtiar kami untuk menjadikan pesantren sebagai bagian dari solusi atas persoalan lingkungan. Santri tidak cukup hanya memiliki kesalehan individual, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan ekologis,” ungkap Muhammad Kahfi.

Ia menambahkan bahwa menjaga kebersihan dan mengurangi timbulan sampah merupakan tanggung jawab yang perlu di terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebiasaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya merawat lingkungan agar tetap bersih dan lestari.

“Menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta merawat bumi merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Untuk memastikan gerakan tersebut tidak berhenti pada kegiatan peluncuran, GP Ansor Kota Depok mendorong pelaksanaan berbagai kegiatan yang melibatkan santri secara langsung.

Sejumlah langkah yang direncanakan meliputi edukasi lingkungan, pemilahan sampah, pengurangan sampah sejak dari sumbernya, serta pembiasaan perilaku peduli lingkungan di pesantren.

Selain mendorong keterlibatan santri, GP Ansor Kota Depok juga menilai kolaborasi lintas pihak diperlukan agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kerja sama diharapkan terjalin antara pemerintah daerah, pengasuh pesantren, santri, komunitas lingkungan, dan masyarakat.

Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, Satgas Hijau Pesantren diharapkan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam pengelolaan lingkungan di kawasan pesantren.

Gerakan ini sekaligus menjadi upaya untuk mengintegrasikan kepedulian terhadap alam dengan kegiatan pendidikan dan pembentukan karakter santri.

BACA JUGA:

Catat Jadwal dan Syarat KB Gratis di Kota Depok

“Semoga melalui gerakan ini pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan dan pembentukan akhlak, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Semangat Hari Santri pun dapat diwujudkan melalui aksi sederhana yang berdampak bagi kebersihan dan kelestarian lingkungan,” harapnya.

Kahfi menegaskan bahwa pesantren dan para santri dapat mengambil peran dalam mendorong perubahan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa upaya merawat bumi dapat dimulai dari lingkungan pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

“Dari pesantren, merawat bumi. Dari santri, menggerakkan perubahan,” pungkasnya.

(Jingga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru