DEPOK, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar Bulan Imunisasi Kejar Nasional sepanjang Oktober 2026.
Program tersebut di laksanakan secara serentak sebagai bagian dari upaya meningkatkan cakupan imunisasi anak di wilayah Kota Depok.
BACA JUGA:
Wali Kota Depok Bagikan Bendera Merah Putih di CFD Jelang HUT RI ke-81
Pelaksanaan imunisasi kejar ini menyasar bayi dan balita yang belum memperoleh imunisasi sesuai jadwal.
Salah satu kelompok yang menjadi perhatian utama adalah anak Zero Dose. Yakni balita yang belum pernah mendapatkan imunisasi DPT dosis pertama atau DPT1.
Kegiatan tersebut di laksanakan berdasarkan Surat Edaran (SE) Dinkes Kota Depok Nomor 400.7.7.2/4833/P2P/2026 tentang Pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar Nasional Tahun 2026.
Kebijakan itu merujuk pada surat Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor IM.01.01/C/6153/2026 tertanggal 8 September 2026.
Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori mengatakan, kegiatan tersebut di arahkan untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi sekaligus mengurangi jumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap.
“Kegiatan ini di lakukan sebagai upaya mempercepat peningkatan cakupan imunisasi sekaligus menurunkan jumlah anak yang belum lengkap imunisasi dasar,” ungkapnya.
Adapun kelompok yang masuk dalam sasaran program mencakup bayi hingga usia 11 bulan.
Selain itu, balita berusia 12 sampai 23 bulan juga menjadi sasaran. Termasuk anak hingga usia 4 tahun 11 bulan yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau masih memiliki imunisasi yang belum lengkap.
Perhatian khusus di berikan kepada anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Terutama mereka yang belum memperoleh DPT1.
Kelompok tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menekan jumlah anak Zero Dose di Kota Depok.
Pelayanan imunisasi dalam program tersebut dapat di peroleh masyarakat melalui Posyandu sesuai jadwal pelayanan setiap bulan.
Orang tua juga dapat membawa anak ke Puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang menyediakan layanan imunisasi.
Untuk menjangkau anak yang belum memperoleh imunisasi, petugas kesehatan di masing-masing wilayah akan melakukan pemetaan.
Langkah tersebut kemudian di lanjutkan dengan pelacakan secara aktif terhadap bayi dan balita yang belum mendapatkan imunisasi atau masih memiliki imunisasi yang belum lengkap sesuai jadwal.
BACA JUGA:
Job Fair Kota Depok 2026 Resmi Digelar Awal Agustus, Ada Walk In Interview
Pelacakan di lakukan agar anak yang belum memperoleh imunisasi dapat di ketahui dan di arahkan untuk mendapatkan pelayanan. Dengan cara tersebut, pelaksanaan imunisasi kejar di harapkan dapat menjangkau kelompok sasaran secara lebih luas selama Oktober 2026.
Devi juga meminta orang tua untuk ikut memastikan status imunisasi anak masing-masing.
Orang tua di imbau memanfaatkan layanan yang telah di sediakan pemerintah maupun fasilitas kesehatan selama Bulan Imunisasi Kejar Nasional berlangsung.
“Segera bawa anak ke Posyandu, Puskesmas atau faskes bagi yang belum lengkap imunisasinya. Jangan menunda imunisasi anak,” pungkasnya.
(Jingga Sonjaya)



