spot_imgspot_img
Kamis 24 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Benteng SDN 1 Kalipucang Pangandaran Dibongkar untuk Akses Perumahan, Sekolah Minta Keamanan Siswa Dijamin

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pekerja mulai membuka akses jalan menuju calon perumahan di Desa Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Jalur baru ini melintasi area samping bangunan SDN 1 Kalipucang.

Pihak sekolah meminta pengembang dan pemerintah desa menjaga keamanan siswa selama proyek berjalan.

Baca Juga: Sepanjang September 2026, 27 Kebakaran Lahan Terjadi di Pangandaran

Lahan Praktik Siswa Terpaksa Dipangkas

Kepala SDN 1 Kalipucang, Kusdianto, menyebut jalur perumahan itu mengambil area sekolah yang dulunya terbendung benteng.

Siswa sebelumnya memanfaatkan lahan tersebut untuk kegiatan pertanian sekolah.

“Lahan itu tadinya untuk tanaman jagung, untuk tanam kacang tanah, untuk siswa berkegiatan bercocok tanam,” kata Kusdianto, Kamis (24/9/2026).

Pantauan lapangan menunjukkan bangunan calon Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menutupi bagian depan sekolah. Sementara itu, pekerja membongkar benteng pembatas di sisi sekolah untuk membuka akses jalan.

Kusdianto menjelaskan bahwa Kepala Desa Kalipucang sudah meminta izin penggunaan lahan tersebut. Lahan yang terpangkas memang berstatus tanah kas desa.

“Pak Kepala Desa meminta akses jalan untuk ke perumahan melewati sekolah karena memang tanah sekolah itu tanah desa,” ujarnya.

Ia mengaku tidak mampu menolak kebijakan penggunaan aset desa tersebut.

“Jadi saya tidak bisa nolak karena tanah itu milik desa,” katanya.

Sekolah Desak Pembangunan Benteng Baru

Pihak sekolah mengkhawatirkan lalu lintas kendaraan menuju perumahan dapat mengganggu konsentrasi belajar siswa.

“Maksudnya akses keamanan sekolah. Yang penting itu supaya sekolah tetap nyaman untuk belajar. Jangan sampai nanti dengan adanya jalan mobilitas, belajar anak-anak kurang nyaman,” ungkapnya.

Kusdianto mendesak pemerintah desa membangun benteng pengganti untuk melindungi siswa.

“Kalau di situ ada jalan, sementara tadinya terhalang pagar, berarti tolong dibangunkan pagar juga,” katanya.

Pemerintah desa berjanji akan membangun jembatan penyeberangan dan benteng baru melalui dana CSR perusahaan.

“Sekarang katanya CSR mau membuat pagar sekolah yang di pinggir kali itu. Katanya dibenteng sekolah, jadi nanti lebih aman untuk anak-anak sekolah,” ujarnya.

Ia berharap janji pembangunan benteng dan jembatan tersebut segera terealisasi.

“Mudah-mudahan sekarang sedang direalisasi. Setelah dibangun jembatan, akses ke perumahan juga, sekolah mudah-mudahan lebih terlindungi,” katanya.

Kusdianto memilih berserah diri menghadapi pembongkaran benteng sekolahnya.

“Pasrah, saya sangat pasrah karena itu milik desa,” ucapnya.

Kades Kalipucang Klaim Tidak Ganggu KBM

Kepala Desa Kalipucang, Teguh Sugiharto, membenarkan status kepemilikan tanah desa pada area proyek tersebut.

“Status tanah mah status tanah desa,” kata Teguh.

Teguh menjelaskan bahwa jalan baru ini berfungsi sebagai jalur perumahan sekaligus fasilitas publik.

“Untuk nanti jalan yang ke belakang itu, di belakang kan ada perumahan,” ujarnya.

Ia mengklaim penetapan akses jalan ini merupakan hasil musyawarah warga desa.

Teguh menjamin proyek ini hanya membongkar benteng dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Sakola mah panginten mung eta hungkul, eta ge henteu kacandak sakola mah. Tidak mengganggu ke sekolah,” katanya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru