TASIKMALAYA,FOKUSjabar.id: Ruang kelas SMKN 1 Puspahiang mendadak riuh. Puluhan pelajar antusias mempelajari dunia Artificial Intelligence (AI). Gawai mereka kini tak lagi sekadar alat hiburan. Teknologi ini menuntut kearifan dari para penggunanya.
Baca Juga: TP PKK Kota Tasikmalaya Dorong Pengawasan Keluarga Cegah Kekerasan Jalanan
Polres Tasikmalaya mendatangi langsung sekolah-sekolah di wilayahnya. Pihaknya menggelar Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Paham AI.
Langkah ini bertujuan membimbing para pelajar. Petugas ingin siswa memakai teknologi secara bijak, aman, dan beretika.
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menyampaikan pesannya melalui Kasi Humas Aipda Triana Anggasari. Ia menegaskan bahwa pemahaman AI sangat penting. Literasi ini mencegah siswa terjerat masalah hukum.
“Edukasi yang kita sampaikan ini, agar para pelajar tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi AI, tetapi juga memiliki pemahaman yang cukup untuk menggunakan AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab,” ungkap Triana Anggasari, Jumat (11/9/2026).
Mendorong Berpikir Kritis dan Menjaga Hak Cipta
Triana menyebut algoritma AI bisa menyelesaikan tugas dalam hitungan detik. Namun, literasi digital tetap menjadi benteng utama. Penggunaan tanpa etika bisa memicu ketergantungan.
“Teknologi AI memang menawarkan kemudahan luar biasa untuk mendukung proses pembelajaran dan memantik kreativitas pelajar, namun jika tanpa pemahaman secara etis, teknologi kecerdasan ini tentu berpotensi memicu ketergantungan hingga penyalahgunaan informasi,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa AI hanyalah alat bantu. Sistem ini tidak boleh menggantikan proses berpikir manusia. Petugas juga mengingatkan pentingnya perlindungan data pribadi dan hak cipta.
“Kecerdasan AI diarahkan menjadi mitra pembantu dalam mengeksplorasi ide dan kebutuhan, bukan pengganti proses berpikir. kita pun melakukan penekanan pada perlindungan data pribadi dan penghormatan terhadap hak cipta,” paparnya.
Membangun Keunggulan Kompetitif Generasi Muda
Penguasaan teknologi secara tepat membawa dampak positif besar. Hal ini meningkatkan keberhasilan siswa saat menuntut ilmu di sekolah.
“Manfaat teknologi AI ini bagi pelajar meningkatkan keterampilan demi memberikan keunggulan kompetitif bagi pelajar, mengasah untuk berpikir kritis, membangun kreativitas pelajar dalam membuat serta menyelesaikan tugas-tugas di sekolah,” imbuhnya.
Edukasi di SMKN 1 Puspahiang menjadi bukti nyata kepolisian. Petugas kini tak hanya berpatroli di jalan raya. Mereka juga menjaga ruang nalar pelajar di alam digital.
(Seda)



