spot_imgspot_img
Senin 20 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Buka MTQ ke-50 di Sindangagung, Dian Rachmat Yanuar Minta Pulangkan Qari Asal Kuningan yang Bela Daerah Lain

KUNINGAN,FOKUSJabar.id: Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menuntut Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 untuk mengedepankan objektivitas, kejujuran, dan keadilan. Ia menegaskan bahwa kualitas duta daerah yang bakal bertarung di tingkat Provinsi Jawa Barat sangat bergantung pada hasil seleksi awal di tingkat kabupaten.

Bupati Dian menyampaikan instruksi tegas ini saat memimpin agenda Pengukuhan dan Orientasi Dewan Hakim dan Panitera MTQ ke-50 di Ruang Rapat Aria Kamuning, Kompleks Setda Kabupaten Kuningan, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Libatkan Warga! Pemkab Kuningan Buka Voting Publik Pilih Logo Hari Jadi ke-528

Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Umum LPTQ Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., membeberkan bahwa kegiatan ini mengacu pada Keputusan Bupati Kuningan Nomor 949 Tahun 2026. Pembekalan ini bertujuan menyelaraskan persepsi standar penilaian dan mendongkrak profesionalisme para penguji.

Sebanyak 107 peserta mengikuti agenda orientasi ini, yang terdiri dari tiga koordinator dewan hakim, 70 dewan hakim, dan 34 panitera. Pemkab Kuningan menopang seluruh pembiayaan acara ini melalui pengalokasian dana APBD Tahun 2026.

Uu Kusmana mengumumkan bahwa ajang bergengsi MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten Kuningan bakal berlangsung pada 21–22 Juli 2026 di Kecamatan Sindangagung.

Dalam pencerahannya, Bupati Dian memuji rekam jejak dan kapasitas SDM yang menjabat sebagai dewan hakim. Ia meyakini seluruh figur terpilih memiliki integritas tinggi dan menguasai secara mendalam tiap cabang perlombaan.

“Saya melihat SDM yang ditugaskan sudah tidak diragukan lagi. Mereka memiliki kompetensi, integritas, dan pemahaman yang mendalam terhadap cabang-cabang MTQ. Terima kasih atas dedikasi Bapak dan Ibu yang telah mewakafkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kemajuan MTQ Kabupaten Kuningan,” tutur Bupati Dian.

Menjaga Amanah Syiar Al-Quran

Bupati Dian mengingatkan bahwa juri tidak sekadar membagikan poin, namun juga mengemban amanah menjaga marwah syiar Al-Qur’an melalui penilaian yang bersih.

“Intinya dewan hakim harus OJA, yakni Objektif, Jujur, dan Adil. Hindari segala bentuk subjektivitas karena kedekatan pribadi, hubungan keluarga, teman satu daerah, ataupun kepentingan lainnya. Kualitas juara MTQ Kabupaten Kuningan berada di tangan para dewan hakim,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa prestasi Kontingen Kuningan pada MTQ tingkat Jawa Barat masih memerlukan pembenahan serius. Namun, ia optimistis raihan trofi daerah akan melesat lewat program pembinaan yang terarah.

“Saya tidak ingin sekadar melaksanakan MTQ sebagai kegiatan seremonial. Kita harus menjadikan MTQ sebagai proses mencari bibit-bibit unggul asli Kabupaten Kuningan untuk dibina secara berkelanjutan. Target jangka pendek kita minimal masuk 10 besar Jawa Barat, sedangkan target jangka panjangnya melahirkan generasi Qurani yang mampu bersaing di tingkat nasional,” paparnya.

Guna mengejar target realistis tersebut, Bupati meminta LPTQ bersama Kementerian Agama mendata ulang seluruh qari dan qariah asli Kuningan yang kini membela daerah lain. Pihaknya bertekad merangkul kembali talenta lokal demi memperkuat barisan daerah sendiri.

Menaikkan Standar Kelulusan

Selain itu, ia mendorong jajaran juri untuk menaikkan standar kelulusan peserta agar para juara sanggup bersaing sengit di level regional maupun nasional.

“Naikkan standar kualitas. Jangan hanya puas karena kegiatan terlaksana. Yang kita cari adalah proses pembinaan dan lahirnya generasi Qurani terbaik,” ucapnya.

Bupati Dian berharap evaluasi dari dewan hakim menjadi bahan perbaikan mandiri bagi para peserta. Pembinaan intensif pasca-lomba menjadi kunci utama untuk memoles kelebihan dan mengikis kekurangan tiap qari.

Menurut Dian, ajang MTQ menyokong visi ‘Kuningan Melesat’, khususnya dalam aspek pembangunan spiritual warga. Pemkab ingin membumikan nilai Al-Qur’an untuk membenteng masyarakat dari serbuan berita bohong (hoax) serta ujaran kebencian.

Mengakhiri pengarahannya, Bupati mengapresiasi kerja keras LPTQ, Kemenag, dan panitia penyelenggara. Ia mendoakan seluruh rangkaian MTQ ke-50 berjalan lancar dan melahirkan kafilah terbaik yang siap mengharumkan nama Kabupaten Kuningan.

(KuninganKab/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru