spot_imgspot_img
Senin 29 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Bandung Terancam Krisis Parkir, Farhan Berburu Investor untuk Selamatkan Pusat Kota

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menyusun langkah taktis guna mengantisipasi perubahan pola perparkiran kota seiring peluncuran penataan koridor Bus Rapid Transit (BRT). Salah satu strategi utama pemerintah daerah adalah berburu investor kakap untuk mendanai pembangunan gedung parkir modern di sejumlah titik mati pusat kota.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa sterilisasi koridor BRT otomatis akan memangkas ketersediaan ruang parkir di badan jalan (on-street parking).

Baca Juga: Pemkot Bandung Matangkan Skema Konvergensi Angkot, Farhan Soroti Tantangan Pemilik Armada

Kondisi ini mendesak pemerintah untuk segera menelurkan solusi jangka panjang. Solusi agar mobilitas ekonomi warga tetap berputar tanpa memicu kemacetan parah yang baru.

“Kota Bandung sedang menghadapi potensi krisis ruang parkir yang sangat pelik akibat proyek penataan BRT. Kebijakan baru ini akan menggusur banyak sekali titik parkir on-the-road.

Oleh karena itu, kami sedang memetakan lokasi pengganti sekaligus mencari investor yang siap membangun gedung-gedung parkir baru,” tegas Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, di Pendopo Jalan Dalem Kaum, Senin (29/6/2026).

Seleksi Ketat Jaminan Finansial Investor

Sembari menanti realisasi fisik infrastruktur gedung parkir, Farhan menginstruksikan seluruh pengelola pusat kegiatan ekonomi di Kota Kembang. Tunuannya agar memperketat kedisiplinan internal.

Pihak manajemen mall, kompleks pertokoan, hotel, hingga kawasan perkantoran wajib mengondisikan seluruh kendaraan konsumen maupun karyawan. Tentunya agar kendaraan masuk ke dalam kantong parkir internal area masing-masing dan tidak menggunakan bahu jalan umum.

Terkait progres pencarian mitra bisnis, Farhan mengaku sejumlah korporasi swasta sudah menyatakan ketertarikannya secara informal, meski pembicaraan belum menyentuh kalkulasi matang nilai investasi. Guna mengamankan proyek, Pemkot Bandung menerapkan syarat kualifikasi yang tinggi.

Pemerintah hanya akan meloloskan investor yang mampu menunjukkan profil bonafiditas finansial yang kuat. Serta berani memberikan komitmen dana segar di awal perjanjian.

Pemkot Bandung menetapkan klaster wisata dan niaga utama, mulai dari koridor Jalan Asia Afrika dan kawasan Jalan Braga. Hingga Jalan Sudirman, sebagai prioritas utama lokasi pendirian gedung parkir terpadu demi menjaga urat nadi perdagangan kota.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru