spot_imgspot_img
Jumat 5 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Bogor Perkuat Konservasi Hulu Lewat Budaya Ngalokat Cai

BOGOR,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Bogor kembali mempertegas komitmen nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pemerintah setempat menerapkan pendekatan kolaboratif yang memadukan misi konservasi alam, pemberdayaan warga, serta pelestarian adat budaya lokal melalui gelaran Budaya Ngalokat Cai di kawasan wisata Talaga Saat, Kecamatan Cisarua, Jumat (5/6/2026).

Aksi lingkungan yang bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini sekaligus memeriahkan rangkaian hari ulang tahun daerah dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Melalui momentum kembar tersebut, pemerintah daerah berupaya menanamkan kesadaran ekologis yang lebih kuat sekaligus memperketat proteksi kawasan hulu sebagai urat nadi penopang kehidupan publik.

Baca Juga: Persib Bandung Siapkan Perombakan Skuad untuk Hadapi Empat Kompetisi Musim 2026/2027

Mengusung tema besar “Lestarikan Alam, Hidupkan Kearifan Lokal”, Budaya Ngalokat Cai tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan yang lewat begitu saja. Panitia merancang program ini sebagai pemantik gerakan berkelanjutan demi memelihara ekosistem dan menumbuhkan budaya peduli lingkungan yang lahir murni dari inisiatif masyarakat.

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, memaparkan bahwa posisi geografis Kabupaten Bogor mengemban peranan ekologis yang sangat vital karena mencakup bentang wilayah hulu hingga hilir. Faktor tersebut menuntut upaya penyelamatan lingkungan berjalan secara menyeluruh tanpa sekat.

“Selama ini kita sudah melakukan berbagai langkah untuk menjaga wilayah hilir. Namun menjaga lingkungan tidak cukup hanya di hilir, kawasan hulu juga harus disentuh karena merupakan sumber kehidupan. Dari sinilah air berasal dan menopang kehidupan masyarakat,” tegas Ajat.

Ajat menambahkan, pihak panitia sengaja memilih destinasi hulu Talaga Saat sebagai pusat kegiatan karena wilayah ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) strategis yang mengontrol ketersediaan sumber daya air bersih di Kabupaten Bogor.

Kukuhkan Forum KRL, Bogor Gandeng Sektor Industri Tahu-Tempe Cileungsi

Selain berfokus pada aksi pemulihan alam, Budaya Ngalokat Cai menggalang partisipasi aktif warga dalam tata kelola lingkungan jangka panjang. Salah satu langkah taktisnya meliputi pengukuhan Forum Kampung Ramah Lingkungan (KRL) yang bakal bergerak langsung sebagai motor penggerak di tingkat akar rumput.

Pemerintah memproyeksikan forum ini mampu menjadi ujung tombak dalam memilah sampah, mengolah limbah domestik, mengamankan mata air, serta menyelesaikan berbagai dinamika lingkungan harian yang warga hadapi.

“Forum Kampung Ramah Lingkungan ini menjadi bagian penting dari strategi kita. Pelestarian lingkungan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus tumbuh dari masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan,” imbuh Ajat.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga memberikan atensi khusus kepada para pelaku usaha mikro pengolahan tahu dan tempe. Mereka pelaku usaha yang tengah berkembang pesat di wilayah Cileungsi. Dinas terkait terus mendorong para perajin tersebut untuk menerapkan sistem pengolahan limbah mandiri yang ramah lingkungan. TUjuannya agar roda ekonomi warga tetap berputar selaras dengan mutu air sungai yang terjaga.

Komitmen bersama ini semakin kuat lewat pembacaan ikrar lingkungan yang melibatkan lintas komunitas, pelaku usaha, akademisi, hingga perwakilan media massa.

“Pesan kami sederhana, jangan berhenti di sini. Terus lakukan langkah-langkah yang mungkin tidak selalu terlihat, tidak selalu mendapat pujian, tetapi memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Karena menjaga alam adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi mendatang,” pungkas Ajat.

Rincian Aksi Konservasi Budaya Ngalokat Cai 2026

Pemerintah Kabupaten Bogor menyuntikkan sejumlah angka simbolis yang merepresentasikan usia Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dalam aksi pemulihan ekosistem berikut:

No,Jenis Aksi Konservasi Alam,Jumlah / Volume,Target & Manfaat Ekologis

1, Pelepasan Bibit Ikan Air Tawar Sebanyak 5.444 ekor, tujuannya Menjaga rantai makanan & habitat air Talaga Saat

2, Pelepasliaran Burung Lokal, Sebanyak 544 ekor, tujuannya Mengembalikan fungsi fauna udara di hulu Puncak

3, Penebaran Cairan Eco Enzyme, Secukupnya, tujuannya Mengurai zat pencemar & memurnikan kualitas air danau

4, Penanaman Pohon Pule Air, Sesuai area, tujuannya Memperkuat struktur tanah & mengikat cadangan air tanah

5, Pembuatan Lubang Biopori, Lintas titik, tujuannya Meningkatkan daya resap air hujan & mencegah banjir hilir

(Jngga Sonjaya)

spot_img

Berita Terbaru