spot_imgspot_img
Sabtu 18 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

PNM Tasikmalaya Asah Nasabah Naik Kelas

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Siapa bilang usaha mikro hanya bisa jago kandang. Di tangan Permodalan Nasional Madani (PNM), ratusan ibu-ibu tangguh asal Tasikmalaya kini tengah di persiapkan untuk mengguncang pasar internasional.

​Melalui gelaran Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang berlangsung meriah di Gedung Syahdika Grand Hall, Sabtu (18/04/2026), PNM membuktikan bahwa mereka bukan sekadar lembaga pemberi pinjaman, melainkan “kakak pembina” yang siap mengawal UMKM naik kelas.

​Tema “UMKM Go Digital” bukan sekadar jargon. Pimpinan Cabang PNM Tasikmalaya, Ara Koswara, menegaskan bahwa di tahun 2026 ini, literasi digital adalah harga mati bagi pelaku usaha yang ingin bertahan dan berkembang.

Baca Juga: Dandim 0612/Tasikmalaya: Video Pemukulan Penertiban Warung Hoaks

​”Berjualan konvensional itu bagus, tapi digitalisasi adalah kunci untuk melipatgandakan skala usaha. Kami ingin nasabah kami punya jangkauan pasar yang tanpa batas,” ujar Ara dengan penuh optimisme.

​Dalam acara ini, PNM berkolaborasi dengan barisan ahli dari OJK, BRIN, hingga BriLife untuk memberikan paket lengkap pembekalan,  mulai dari cerdas mengelola keuangan, inovasi produk berbasis riset, hingga proteksi aset usaha.

Sulap Ponsel Jadi Mesin Uang

​Suasana gedung berubah menjadi “laboratorium konten” saat sesi praktik di mulai. Sebanyak 250 nasabah dari Kecamatan Tamansari dan Kawalu di tantang untuk langsung mempraktikkan ilmu pemasaran digital, di antaranya:

​Fotografi Produk Estetik: Teknik mengambil foto yang menggugah selera hanya bermodal kamera ponsel.

​Copywriting Memikat: Menyusun deskripsi produk yang membuat calon pembeli sulit untuk berkata “tidak”.

​Optimasi Marketplace: Cara jitu membuka toko online dan strategi iklan agar produk nangkring di halaman utama.

​Legalitas: “Paspor” UMKM Menuju Ritel Modern

​Satu hal yang sering di lupakan UMKM adalah legalitas. PNM memangkas hambatan tersebut dengan memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Halal.

​”Dengan NIB dan sertifikat halal, produk Ibu-Ibu sekarang resmi punya ‘paspor’. Jalur masuk ke mall, supermarket, bahkan ekspor ke luar negeri kini sudah terbuka lebar,” tambah Ara saat menyerahkan izin usaha secara simbolis.

Modal 2 Juta Tembus Pasar Jepang

​Bukti nyata kekuatan pendampingan PNM hadir lewat sosok Fitri Lestari, pemilik brand Cemilan Neng Melia. Memulai langkah di tahun 2023 dengan modal awal hanya Rp 2 juta dari PNM, kini bisnisnya telah bermetamorfosis menjadi raksasa lokal dengan omzet ratusan juta rupiah.

Baca Juga: HUT ke-80, Persit Kodim 0612/Tasikmalaya Hijaukan Bumi

​”Alhamdulillah, berkat bimbingan rutin, produk kami sekarang sudah rutin di ekspor ke lima negara, termasuk Jepang. Kuncinya adalah jangan takut bermimpi besar dan pastikan legalitas lengkap,” kenang Fitri.

​Hingga saat ini, PNM Cabang Tasikmalaya telah menjadi tulang punggung ekonomi bagi 308.000 nasabah dengan total penyaluran modal mencapai Rp 1 Triliun. Dengan dukungan 106 unit Mekaar dan 11 unit Ulamm, PNM terus memperluas jangkauan hingga ke Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

​Acara yang di tutup dengan pembagian doorprize elektronik ini menjadi simbol bahwa pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Tasikmalaya sedang berada di jalur cepat. Dari UMKM lokal, menuju panggung global.

(Abdul Latif) 

spot_img

Berita Terbaru