spot_imgspot_img
Rabu 4 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya, Ketua DPRD: Tutup Saja Dapurnya

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menyikapi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jenis kurma berkutu di Pesangrahan yang di sajikan dapur Satuan Layanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Manggungjaya di Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Budi Ahdiat menegaskan bahwa jika benar menu MBG jenis kurma berkutu maka lebih baik dapur SPPG tersebut di tutup saja.

“Cukup dapur itu saja, kalau memang begitu tutup saja. Jangan merusak dapur yang bagus dan masalah ini menjadi isu nasional,” ungkap Budi Ahdiat, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Waduh! Menu MBG Berkutu di Rajapolah Tasikmalaya

Sementara, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Saepuloh mengaku kecewa dengan dapur SPPG di Rajapolah yang menyajikan menu MBG dengan kurma yang berkutu.

“Jelas kecewa, dan harus di evaluasi secara menyeluruh.
Satgas MBG Kabupaten Tasikmalaya dan Kecamatan semestinya harus bergerak untuk kroscek ke SPPG tersebut,” tegasnya.

Dengan Satgas MBG yang turun langsung ke SPPG yang bersangkutan di Rajapolah yaitu untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian menu MBG yang menyajikan kurma berkutu.

“Kalau memang benar terjadi menu MBG kurma berkutu, maka jelas harus ada sanksi yang di berikan sesuai aturan yang ada,” tuturnya.

Ada Apa Ketua Satgas MBG Tak Respon?

Sedangkan, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tasikmalaya, Ruby Azhara saat di konfirmasi melalui WhatAap terkait adanya laporan menu MBG berkutu di Rajapolah, hingga berita ini publis belum juga memberikan keterangan.

Sebelumnya, Tasikmalaya Progressive Society (TPS) mendapat laporan. Bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pesangrahan Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya berkutu dan tidak layak di konsumsi.

“Menu MBG yang di sajikan oleh salah satu dapur SPPG di Rajapolah, jenis kurma ada kutunya. Juga tidak layak untuk di konsumsi. Katanya makanan bergizi tapi tidak higienis,” ungkap Ketua Tasikmalaya Progressive Society (TPS), Dadi Abidarda, Selasa (3/3/2026).

Terkait hal tersebut, lanjut Dadi, mungkin di karenakan kurangnya pengawasan dari pihak Satgas MBG. Selain itu bisa saja dapur SPPG yang menyajikannya tidak memikirkan higienis tapi keuntungan ekonomi saja.

“Kalau targetnya tidak mencari keuntungan yang lebih, pastinya tidak akan memberikan menu MBG yang di dalamnya sudah ada kutu. Bahkan menurut laporan ada belatungnya juga, ini videonya juga ada kurma ada kutunya,” tegasnya.

Satgas MBG Kemana Saja?

Dengan demikian, Dadi meminta adanya evaluasi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Juga Satgas MBG terhadap dapur-dapur SPPG yang nakal dan tidak higienis.

Baca Juga: Selain PBG, Ratusan Dapur MBG di Tasikmalaya Tak Kantongi IPAL

“Satgas MBG seharusnya cepat bergerak, katanya ada kordinator wilayah di tiap Kecamatan. Tapi mana kerja mereka, tetap saja terjadi menu MBG yang tidak di harapkan,” tuturnya.

Selain itu, Dadi juga berharap Satgas MBG bersama seluruh korwilnya, kroscek terhadap seluruh dapur SPPG. Yang berada di wilayahnya masing-masing, jangan hanya namanya saja yang ada.

“Coba cek itu menu MBG sampai tidak di angka Rp10 ribu per porsi?, selanjutnya ingatkan juga. Bahwa dapur SPPG mayoritas belum memiliki IPAL dan PBG, beri pemahaman dong malu sama rakyat,” ucap Dadi Abidarda.

(Nanang Yudi)

spot_img

Berita Terbaru