BANDUNG, FOKUSJabar.id: Berpuasa tidak selalu berarti mengurangi seluruh aktivitas fisik. Meski tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman sepanjang hari, para ahli kesehatan menilai olahraga tetap bisa di lakukan dengan cara yang tepat.
Kuncinya adalah menyesuaikan waktu dan intensitas latihan.
Salah satu momen yang kerap di rekomendasikan adalah menjelang waktu berbuka. Pada periode ini, tubuh telah memanfaatkan cadangan energi selama hampir seharian.
BACA JUGA:
Ini Tips Olahraga Saat Berpuasa
Setelah berolahraga, cairan dan nutrisi yang hilang dapat segera di ganti saat azan magrib tiba.
Pendekatan ini di nilai lebih aman di bandingkan berolahraga di siang hari ketika waktu berbuka masih lama. Dengan perencanaan yang baik, aktivitas fisik tetap dapat menjadi bagian dari rutinitas sehat selama Ramadan tanpa mengganggu ibadah.
Berikut beberapa alasan mengapa olahraga menjelang buka puasa di nilai bermanfaat:
- Mempertahankan kebugaran tubuh, karena gerakan ringan membantu menjaga kekuatan otot dan stamina.
- Menjaga metabolisme tetap stabil, sehingga tubuh tidak mengalami perlambatan fungsi akibat perubahan pola makan.
- Mendorong pembakaran lemak, karena tubuh sudah mulai menggunakan cadangan energi saat puasa berlangsung.
- Membantu kelancaran aliran darah, yang penting bagi kesehatan jantung dan organ vital.
- Mendukung kesehatan mental, sebab aktivitas fisik dapat membantu meredakan stres.
- Mengontrol perubahan berat badan, terutama saat pola konsumsi makanan berbeda selama Ramadan.
Meski memberikan manfaat, olahraga saat berpuasa tetap memerlukan kehati-hatian.
Aktivitas berintensitas tinggi berpotensi menyebabkan kelelahan berlebihan dan memperbesar risiko dehidrasi.
BACA JUGA:
7 Tradisi Unik yang Hanya Ada Saat Ramadan
Jenis latihan yang lebih di sarankan meliputi jalan santai, jogging ringan, peregangan, yoga atau bersepeda dengan tempo rendah.
Durasi sekitar 30-60 menit sebelum berbuka di anggap cukup untuk memperoleh manfaat tanpa membebani tubuh.
Setelah berolahraga, penting untuk segera memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi saat berbuka. Air putih dan makanan bergizi seimbang membantu proses pemulihan.
(Jingga Sonjaya)


