LIFESTYLE, FOKUSJabar.id: Nama BTR Rachel kembali menjadi sorotan warganet dalam beberapa hari terakhir. Setelah sebuah video lama miliknya beredar luas di media sosial. Perbincangan ini berkembang cepat dan ramai di bahas di berbagai platform digital.
Isu tersebut mencuat karena potongan video itu di anggap berkaitan dengan keberadaan tabung nitrous oxide. Yang di kenal dengan sebutan Whip Pink, sehingga memunculkan spekulasi dari sebagian pengguna internet.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana konten lama dapat kembali viral dan memunculkan interpretasi baru. Terutama ketika konteks sosial dan perhatian publik terhadap suatu isu sudah berubah.
Baca Juga: Kuliner Imlek Sarat Filosofi, Ini Makna di Balik Hidangannya
Dalam video yang ramai di bagikan ulang, terlihat sebuah tabung Whip Pink berada di latar ruangan pribadi. Cuplikan tersebut kemudian menarik perhatian karena zat tersebut belakangan kerap di perdebatkan terkait potensi penyalahgunaan.
Sorotan semakin besar karena publik mengaitkan isu ini dengan diskusi yang sempat mencuat di Indonesia. Mengenai nitrous oxide, terutama setelah sejumlah kasus viral sebelumnya.
Menanggapi ramainya komentar, BTR Rachel memberikan klarifikasi melalui video yang beredar di media sosial. Ia menjelaskan bahwa rekaman yang kembali viral tersebut merupakan video lama yang di ambil pada tahun 2024.
Rachel menyebut tabung yang terlihat pada saat itu bukan menunjukkan aktivitas baru. Melainkan bagian dari dokumentasi lama yang kembali muncul dan di salahartikan oleh sebagian pihak.
Dalam penjelasannya, ia juga menyinggung bahwa pada periode tersebut. Whip Pink masih di persepsikan berbeda oleh sebagian orang, termasuk soal status legalitasnya di beberapa negara.
Tak Lagi memiliki Tabungan
Ia menambahkan bahwa saat ini dia sudah tidak lagi memiliki tabung tersebut. Serta menegaskan bahwa situasi yang ramai di bahas publik bukan kejadian yang sedang berlangsung sekarang.
Meski demikian, klarifikasi itu memunculkan respons beragam dari warganet. Sebagian menilai penjelasan tersebut kurang sensitif mengingat kekhawatiran masyarakat terhadap bahaya penggunaan nitrous oxide secara rekreasional.
Baca Juga: United Day 9, Perayaan 15 Tahun Kolaborasi Supermusic x Hellprint
Di sisi lain, ada pula yang mengingatkan pentingnya melihat konteks waktu, termasuk fakta bahwa video itu berasal dari tahun 2024. Sebelum isu tersebut menjadi perhatian luas seperti sekarang.
Perbincangan mengenai BTR Rachel pun meluas, bukan hanya soal video, tetapi juga mengenai tanggung jawab figur publik. Dalam merespons isu yang sensitif di ruang digital.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana jejak digital dapat kembali muncul kapan saja. Dan bagaimana respons seorang influencer turut membentuk persepsi publik dalam situasi yang terus berkembang.
(Jingga Sonjaya)


