TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pondok pesantren kini tak lagi identik semata dengan pendidikan keagamaan konvensional. Di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, para santri justru tampil di garda depan penguasaan teknologi masa depan, mulai dari robotika hingga Artificial Intelligence (AI).
Terobosan para santri ini bahkan mendapat perhatian langsung Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, saat melakukan kunjungan kerja ke Pesantren Cipasung, Selasa (20/01/2025). Dalam kunjungannya, Wapres meninjau langsung proses pembelajaran AI dan robotik sebagai bagian dari akselerasi transformasi digital santri.
Inovasi yang dihasilkan para santri Cipasung dinilai sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo–Gibran dalam membangun sumber daya manusia unggul dan mempercepat transformasi digital nasional.
Baca Juga: Wapres Gibran Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di SMAN 2 Tasikmalaya
Empat Hari Pelatihan, Santri Hasilkan Robot Cerdas
Salah satu hal yang membuat Wapres Gibran terkesan adalah kecepatan adaptasi santri terhadap teknologi. Hanya melalui pelatihan intensif selama empat hari, para santri berhasil menghadirkan dua inovasi berbasis AI dan robotik yang aplikatif dan visioner.
Robot Tong Sampah Otomatis, Jawaban Masalah Lingkungan
Inovasi pertama diperkenalkan oleh Asep Didin bersama timnya berupa robot tong sampah otomatis. Dengan memanfaatkan sensor ultrasonik, alat ini mampu mendeteksi tangan yang mendekat dan membuka tutup tong sampah secara otomatis.
“Inovasi ini kami rancang untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Sampah masih menjadi persoalan serius, dan teknologi bisa menjadi solusi yang efektif sekaligus menarik,” ujar Asep.
Menanggapi karya tersebut, Wapres Gibran memberikan catatan pengembangan. Meski prototipe masih menggunakan material sederhana, ia mendorong agar robot tersebut dikembangkan lebih lanjut hingga mampu memilah sampah organik dan non-organik secara otomatis.
Smart City Berbasis AI, Kontribusi Santri Menuju Indonesia Emas
Inovasi kedua datang dari Sara Sherly Virginia dan timnya yang mempresentasikan konsep Smart City berbasis AI. Sistem ini mencakup palang pintu otomatis yang terbuka saat kendaraan melintas, serta lampu jalan pintar yang menyala otomatis saat gelap dan mati saat terkena cahaya.
Menurut Sara, konsep tersebut merupakan wujud kontribusi santri dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045 melalui penerapan teknologi yang efisien dan berkelanjutan.
Pesan Wapres: AI Sudah Jadi Kebutuhan
Dalam sambutannya, Wapres Gibran menegaskan bahwa pengenalan AI di lingkungan pesantren merupakan langkah strategis dan bersejarah. Ia menilai santri tidak boleh tertinggal dalam arus besar transformasi digital.
“Santri itu akarnya kuat. Kalau beriringan dengan ilmu yang mengikuti perkembangan zaman, hasilnya luar biasa. AI bisa memudahkan santri dan guru dalam proses belajar. Semangat anak muda seperti ini harus terus kita dorong,” ujar Gibran.
Ia juga mengapresiasi salah satu santri bernama Fadil yang memaparkan pemanfaatan AI untuk membantu mengoreksi bacaan Al-Qur’an. Menurut Gibran, perpaduan iman dan ilmu pengetahuan adalah fondasi utama kemajuan bangsa.
Melihat potensi besar tersebut, Wapres Gibran meminta pemerintah daerah agar tidak menutup mata. Ia mendorong agar dapat memanfaatkan karya santri Pesantren Cipasung untuk pembangunan daerah, sekaligus ikutserta dalam kompetisi robotik tingkat nasional hingga internasional.
Inovasi yang lahir dari santri Pesantren Cipasung menjadi bukti bahwa sekat antara pendidikan tradisional dan teknologi modern kian runtuh. Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan berkelanjutan, santri Indonesia siap menjadi aktor penting dalam kedaulatan teknologi global.
(Abdul)


