spot_img
Minggu 4 Januari 2026
spot_img

1 Rumah dan Mushola di Leuwigoong Garut Terancam Ambruk Akibat Longsor

GARUT, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) kembali memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah titik, Sabtu (3/1/2026).

Selain tanah longsor yang mengancam permukiman di Kecamatan Leuwigoong, jalur transportasi kereta api menuju Garut juga sempat terhambat.

BACA JUGA:

Banyak Sampah di Alun-alun dan Objek Wisata Cipanas Garut

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menangani dampak bencana secara serentak. Baik di sektor permukiman maupun infrastruktur publik.

Bencana longsor dilaporkan terjadi di KM 189 petak 5 Stasiun Lebak Jero. Peristiwa tebing setinggi 10 meter tersebut sempat mengganggu operasional perjalanan kereta api.

“Tim gabungan telah melakukan evakuasi longsoran batu. Kejadian ini sebelumnya mengakibatkan perjalanan kereta api yang masuk ke wilayah Kabupaten Garut mengalami sedikit keterlambatan dari jadwal biasanya,” ungkapnya.

Berkat koordinasi cepat dan kesigapan dari PT KAI Crew JJ, PT KAPM, Polsuska serta Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, material batu berhasil dievakuasi.

Saat ini, perjalanan kereta api yang melintasi wilayah tersebut dilaporkan telah kembali berjalan dengan normal.

Di lokasi lain, BPBD Garut melaporkan kondisi kritis di Kampung Pakandangan, Desa Margahayu Kecamatan Leuwigoong. Sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 10 meter ambruk akibat curah hujan tinggi dan struktur tanah yang labil.

BACA JUGA:

IPM Garut Rendah, Deden Sopian Bilang Begini

“Hasil asesmen kami menunjukkan TPT tersebut ambruk karena tidak memiliki sistem drainase yang baik dan kualitas material yang kurang memadai,” tegas Aah, Minggu (4/1/2026).

Menurut Dia, kejadian tersebut tidak menelan korban jiwa. Namun mengancam satu unit rumah milik Sari’ah (75) dan Mushola Nurul Ihsan.

Selain itu, material longsor yang menutupi saluran irigasi tersier mengancam keberlangsungan lahan pertanian di Desa Margahayu dan Margacinta.

Langkah Penanganan dan Mitigasi

Pihak BPBD bersama Forkopimcam telah melakukan langkah darurat berupa penguatan sementara menggunakan bambu di area mahkota longsoran.

BACA JUGA:

Diduga Ada Mafia Tanah, Ormas GAS Lapor Kejari Garut

“Kami mendorong percepatan perbaikan TPT melalui dinas PUPR dan Perkim. Selain itu meminta Dinas Pertanian untuk memverifikasi kerugian lahan petani,” ungkapnya.

Pihaknya mengimbau, kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan. Terutama saat intensitas hujan meningkat.

Kebutuhan mendesak seperti bronjong, terpal dan dukungan logistik untuk kerja bakti terus diupayakan guna meminimalisir risiko longsor susulan di wilayah terdampak.

(Y.A. Supianto)

spot_img

Berita Terbaru