spot_imgspot_img
Sabtu 30 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Film ‘Gunung Nagara’, Upaya Garut Arsipkan Sejarah dan Kembangkan Potensi Wisata Budaya

GARUT, FOKUSJabar.id: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut berkolaborasi dengan Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut menggelar pemutaran film dokumenter berjudul “Gunung Nagara”.

Acara ini berlangsung di Auditorium Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, pada Selasa (11/11/2025).

Film dokumenter ini menjadi langkah konkret Disparbud dalam pengarsipan budaya, melengkapi hasil kegiatan penelitian yang selama ini di lakukan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disparbud Garut, Wawan Somarwan, mengungkapkan bahwa produk dokumenter tentang Gunung Nagara ini terwujud berkat sinergi positif dengan Dewan Kebudayaan.

BACA JUGA: Putri Karlina Minta Dokter Gigi Baru Tak Lupakan Pelosok

“Alhamdulillah berkat kerja sama dengan Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut bahwa kita dapat membuat produk. Salah satunya dokumenter Gunung Nagara,” ujar Wawan.

Dia menjelaskan, Gunung Nagara memiliki kekayaan kearifan dan budaya lokal yang melimpah. Mulai dari tradisi Nepus, kesenian tradisional Rudat hingga keterampilan pembuatan perkakas.

Disparbud berkomitmen untuk terus mendukung upaya Dewan Kebudayaan dalam mengangkat situs-situs bersejarah lainnya. Termasuk membantu pengadaan hibah peralatan dan kostum pendukung.

Pembina Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, Rudy Gunawan, menjelaskan bahwa inisiasi pembuatan dokumenter ini bertujuan untuk menggali, mengungkap, dan mengarsip situs-situs bersejarah. Seperti Gunung Nagara yang berlokasi di Desa Depok, Kecamatan Cisompet.

BACA JUGA: Kadin Garut Rekrut Aktivis Antikorupsi, Pastikan Iklim Usaha Bersih dan Transparan

Menurut Rudy, Gunung Nagara memiliki nilai sejarah yang sangat tua.

“Gunung Nagara itu ada yang menganggap lebih tua daripada Prabu Siliwangi, sekitar 600–700 tahun yang lalu,” ungkap Bupati Garut ke-27 ini. 

Penelitian di situs ini menarik perhatian karena di temukan pohon berusia ratusan tahun dan batu nisan bertulisan Arab gundul, mengindikasikan kuatnya peradaban Islam di masa lalu.

Kegiatan ini di nilai sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, Irwan Hendarsyah, menekankan pentingnya menggali dan mengembangkan sejarah Gunung Nagara yang selama ini di wariskan melalui tradisi lisan, untuk kepentingan masyarakat.

BACA JUGA: Bupati Garut Ajak Teladani Kesabaran dan Keikhlasan Pejuang

Irwan menilai, situs tersebut memiliki potensi besar untuk di kembangkan menjadi destinasi wisata berbasis budaya. Karena nilai sejarahnya yang tinggi dan pernah di singgahi tokoh penting.

“Mudah-mudahan bisa menjadikan prioritas Pemerintah, yaitu Gunung Nagara sebagai destinasi berbasis kebudayaan,” harap Irwan.

Dia berpesan agar Pemerintah Kabupaten Garut terus bekerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk Dewan Kebudayaan, dalam mengembangkan potensi daerah.

Irwan juga menutup dengan pesan filosofis, menyerukan implementasi UU Pemajuan Kebudayaan sebagai bentuk penghargaan terhadap leluhur.

(Y.A. Supianto) 

spot_img

Berita Terbaru