spot_img
Selasa 28 Mei 2024
spot_img
More

    Pemkot Bandung Menargetkan Penurunan Stunting Mencapai 14 Persen Pada 2024

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya menggenjot penurunan prevalensi stunting pada 2024. Upaya tersebut untuk mengejar angka 14 persen sesuai target prevalensi nasional.

    Sejumlah upaya yang masih bergulir antara lain menambah lokus percepatan penurunan prevalensi stunting pada 2024 sebanyak 120 kelurahan. Jumlah ini meningkat 32 kelurahan dari sebelumnya 88 kelurahan pada 2023.

    BACA JUGA:

    Bey Machmudin Sambut Positif Inisiatif Kegiatan Sosial dari Komunitas Otomotif di Jabar

    Adapun pada 2022, lokus percepatan penurunan prevalensi stunting Kota Bandung sebanyak 30 kelurahan, dan sebanyak 15 kelurahan pada 2020-2021.

    Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono optimis, upaya percepatan penurunan prevalensi stunting berjalan maksimal dengan upaya-upaya yang akan dan sedang dilakukan.

    Di sisi lain, Bambang menekankan akurasi data sebagai bagian yang penting agar Pemkot Bandung dapat melakukan intervensi yang proporsional untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting.

    BACA JUGA:

    Disparbud Jabar Paparkan Program Nganjang Ka Pakuan

    “Data ini harus lebih baik. Sehingga saat evaluasi periodik, kita tidak salah dalam melakukan intervensi,”kata Bambang Rabu (15/5/2024).

    Bambang meyakini bahwa target prevalensi stunting pada 2024 sebesar 14 persen dapat dicapai. Hal itu bisa tercapai dengan kolaborasi antar lini, baik di Pemerintahan maupun masyarakat.

    “Ada jarak lebih kurang 2,4 persen (dari capaian 2023 ke target 2024). Ini tantangan bagi kita. Tetapi saya yakin betul, semua aparat di kewilayahan sama-sama bekerja untuk menekan angka stunting,”ucapnya.

    Bambang menyebur, keberhasilan menurunkan angka stunting bakal menjadikan Kota Bandung punya SDM unggul di era Indonesia Emas 2045 mendatang.

    “Mari kita evaluasi secara komprehensif, juga update data dengan benar. Dari situ, kita bisa melakukan intervensi dengan benar. Kita hadirkan anak-anak Kota Bandung yang luar biasa di era Indonesia Emas 2024,”ujarnya.

    Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandung, Asep Gufron menyebut, angka stunting di Kota Bandung pada 2023 sebesar 16,3 persen menjadi cerminan bahwa penurunan stunting masih menjadi prioritas pembangunan Kota Bandung pada 2024 dan 2025.

    Ia menyebut, Pemkot Bandung akan senantiasa hadir bersama masyarakat, untuk sama-sama mengisi pembangunan kota demi mewujudkan generasi emas pada 2045 mendatang.

    “Angka stunting 16,3 persen menunjukkan masalah stunting masih jadi prioritas bersama pembangunan Kota Bandung. Tentunya pemerintah akan hadir mewujudkan tujuan pembangunan Kota Bandung, meningkatnya kualitas SDM yang berdaya saing,”kata Asep.

    Sebagai informasi, kolaborasi antar lini Pemkot bersama masyarakat Kota Bandung berhasil menekan angka stunting dari 19,4 persen pada tahun 2022 menjadi 16,3 persen di 2023 .Berkaca pada capaian penurunan sebesar 3,1 persen dari periode 2022 ke 2023.

    (Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img