spot_img
Selasa 28 Mei 2024
spot_img
More

    Masyarakat dan Wisatawan Berharap Program Braga Free Bebas Kendaraan Dipermanenkan

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Hari Pertama penerapan Braga Free Vehicle atau Braga bebas kendaraan disambut antusias warga dan wisatawan. Banyak warga dan Wisata Selfie dan Berolahraga di Jalan Braga di Kota Bandung.

    Hari ini sudah tidak boleh dilintasi kendaraan baik itu roda empat, roda dua, atau bus wisata ‘Bandros’. Penutupan ini berhubungan dengan program ‘Braga Free Vehicle’ yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.

    BACA JUGA: Mulai Besok, Pemkot Bandung Mulai Berlakukan Braga Bebas Kendaraan, Ini Tata Tertib yang Wajib Dipatuhi Pengunjung

    Berdasarkan pantauan FokusJabar.id dilapangan, sekitar pukul 12.50 disaat matahari sedang panas. Namun hal itu tidak menghalangi para warga maupun wisatawan untuk menikmati jalan braga bebas kendaraan tersebut.

    Jalan Braga yang biasanya sesak oleh kendaraan dan hiruk pikuk kemacetan. Kini, banyak masyarakat atau pun wisatawan yang memanfaatkan kekosongan jalan ini untuk berswafoto atau sekadar berjalan-jalan. Pasalnya, Braga tanpa kendaraan menjadi pemandangan baru bagi warga yang berkunjung ke jalan itu.

    Selain itu juga, ada pagelaran yang bernama Nyeni di Braga, di sepanjang jalan Braga tanpa kendaraan tersebut bakal disajikan dengan berbagai aksi seni yang di sediakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.

    BACA JUGA: Cetak Pembicara Andal, KPI Pascasarjana UIN Bandung Gelar Pelatihan Public Speaking

    Salah seorang warga Taman Sari Kota Bandung Fajar (35) mengaku lebih leluasa dalam melakukan aktivitas apapun, mulai dari olahraga kuliner, hingga menikmati jalanan Braga yang biasanya sesak dengan kendaraan. Kini lebih leluasa untuk jalan jalan.

    “Lebih leluasa aja untuk melakukan aktivitas apapun, sangat berbeda dengan Braga di hari-hari biasanya, yang biasanya penuh dengan kendaraan sekarang lebih leluasa jalan jalan di tengah jalan pun bisa,” kata Fajar di Jalan Braga Kota Bandung, Sabtu (4/5/2024).

    Fajar menyebut, jalan Braga sebagai salah satu kawasan heritage itu seharusnya bisa lebih tertata dan tidak semrawut.

    “Enak, kita biasanya lihat Braga ini semrawut, banyak mobil, banyak motor, parkir di mana-mana, ojek online yang naik turunkan penumpang juga. Sekarang asyik-asyik aja untuk ngopi-ngopi sambil foto-foto bareng teman atau keluarga jadi lebih leluasa,”katanya.

    Fajar pun berharap, program Braga bebas kendaraan bisa terus berlanjut.

    “Harapannya sih, semoga Braga tanpa kendaraan ini bisa di permanenkan, agar wisatawan dan warga juga bisa lebih leluasa,”ucapnya.

    Ditempat yang sama, salah seorang  wisatawan asal Jakarta Daniel (33) mengaku lebih nyaman dengan adanya program braga bebas kendaraan ini.

    “Setuju, suasananya mendukung banget kalau buat wisatawan kita juga bisa lebih santai,” kata Daniel.

    Namun begitu, pihaknya mengaku cukup kesulitan mencari area parkir di kawasan braga.

    “Tapi untuk area parkir kendaraan harus lebih ditingkatkan lagi. Kalau sebagai wisatawan sih sulit nyari tempat parkir, soalnya kita sudah keliling keliling sampai dua kali untuk cari tempat parkir,” ungkapnya.

    Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kuswara menuturkan, kawasan Braga sudah ditutup untuk dilintasi kendaraan sejak Sabtu dini hari. Penutupan ini untuk uji coba sebelum nanti dipermanenkan apabila dinilai efisien.

    “Hari ini tanggal 4 (Mei) dimulai penutupan Braga panjang. Alhamdulillah, tadi malam ditutup, tidak ada hambatan. Kami bersihkan dengan Diskar PB dan sampahnya dengan DLHK, alhamdulillah tidak ada masalah,”kata Asep.

    Menurutnya, pada hari pertama uji coba ini, banyak masyarakat yang antusias menyambutnya. Selain itu, jalanan yang biasanya semrawut oleh parkir kendaraan di badan jalan pun kini sudah tidak ada.

    “Ini jadi lebih nyaman, lebih tertata dan ini jadi kebanggaan warga Bandung dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Karena Jalan Braga juga beda daripada yang lain. Jalan Braga pakai batu artesik, bukan beton atau aspal,”ungkapnya.

    (Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img