spot_img
Senin 20 Mei 2024
spot_img
More

    Peluang Industri di Kota Banjar Terbentur RTRW

    BANJAR, FOKUSJabar.id: Kota Banjar, Jawa Barat memiliki peluang yang besar untuk membuka kawasan industri di wilayahnya.

    Para investor pun sudah banyak yang datang untuk mendirikan perusahaanya. Tapi selalu tiba-tiba mengurungkan niatnya itu.

    BACA JUGA:

    Tiang PJU di Kota Banjar Nyaris Ambruk ke Jalan

    Menurut Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar Sri Sobariah melalui Kepala Bidang Industri Yadi Suryadi Praja, Banjar ini miliki peluang menarik investor datang mengembangkan dan membangun usaha disini.

    Ia mengatakan banyak hal yang menjadi perhatian para investor menaruh minatnya membuka usaha di Kota Banjar.

    Akan tetapi mereka tidak bisa masuk lantaran minin ruang untuk mereka membangun dan kembangkan usahanya.

    BACA JUGA:

    Resmi Daftar Bacawalkot Lewat PDIP, Atet Handiyana Sihombing Janji Tak Ambil Gaji Jika Menjabat

    Yadi menjelaskan, saat ini para pengusaha terutama investor yang akan membangun usaha/industrinya di Kota Banjar masih terbentur aturan kewilayahan.

    Kendati para investor menunggu lokasi atau ruang dari pemerintah Kota Banjar yang bisa digunakan atau sebagai kawasan industri. Sudah banyak investor/pengusaha menghubungi dan siap membuka usaha di Kota Banjar.

    “Tapi mereka menunggu RTRW Kota Banjar, sehingga ketika sudah dibangun pabrik atau tempat usaha itu sesuai dengan aturan dan tidak menyalahi tata ruang di Kota Banjar,” kata dia.

    “Industri besar, kecil harus ada ruangnya. Jangan bicara investasi kalau tidak diberi ruang,” sambungnya.

    Kota Banjar ini memiliki lokasi yang cukup strategis dibangunnya kawasan industri. Mulai dari rendahnya upah minimum pekerja se-Jawa Barat, kemudian akses penunjang dimana akan adanya exit tol, tentu itu akan menambah strategisnya investor menaruh dan mengembangkan usahanya di Kota Banjar.

    “UMK kita terendah se-Jawa Barat, itu menjadi nilai lebih para investor membuka usaha atau pabriknya di Kota Banjar. Apalagi ketika exit tol di wilayah Kertahayu (Ciamis) sudah jadi, maka cukup strategis untuk Banjar menjadi kawasan industri. Locus yang tepat itu di wilayah Kecamatan Pataruman,” ujarnya.

    Yadi berharap pemimpin saat ini dan kedepan bisa membuka ruang untuk kawasan industri. Sehingga terbuka lapangan pekerjaan, dan terjadinya pergerakan ekonomi serta berujung pada kesejahteraan masyarakat Kota Banjar.

    “Minimal mereka membuka ruang khusus untuk Industrinya, sehingga tercipta lapangan pekerjaan dan tentunya berujung pada masyarakat Banjar yang sejahtera,” katanya.

    Sementara itu Kepala Dinas PUTR Kota Banjar Acep Daryanto melalui Kepala Bidang Tata Ruang Sulistyaningsih mengatakan, proses RTRW masih proses dan segerah disahkan.

    “RTRW belum ada perubahan, masih seperti yang disampaikan kemarin,” ujar dia.

    (Budiana Martin/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img