spot_img
Rabu 21 Februari 2024
spot_img
More

    Kampung Rumah Dalapan Ciamis Keberadaanya Sangat Eklusif di Dalam Hutan

    CIAMIS,FOKUSJabar.id: Siapa sangka di tengah hutan belantara wilayah Kabupaten Ciamis ada satu kampung yang ditinggali penduduk dengan jumlah Sembilan kepala keluarga, rumah mereka terbatas jumlahnya hanya delapan bangunan. Kalau tidak berkunjung langsung tidak akan percaya melihat kenyataan tersebut.

    Keberadaan perkampungan yang dihuni 21 jiwa tersebut lokasinya memang berada di tengah hutan jati. Milik Perhutani di wilayah Dusun Cibangban Desa Bunter Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Jawa Barat.

    ” Sudah puluhan tahun warga kami ini tinggal di lokasi terpencil. Terpisah dari kehidupan hiruk pikuk warga lainnya,” kata Ketua RT 01 Dusun Cibangban Eli Yuliana. Minggu (11/2/2024)

    Eli mengatakan, menurut sepengetahuannya warga di wilayah ke RT an nya tersebut sudah menempati lokasi sejak jaman perang kemerdekaan puluhan tahun yang lalu.

    ” Awalnya rumah mereka tersebar di berbagai lokasi. Namun baru pada tahun 1985 warga kami ini berkumpul dengan jumlah rumah Delapan bangunan,”kl katanya.

    Nama Kampung Rumah Delapan Ciamis Pemberian dari Para Pecinta Alam

    Kampung Rumah Dalapan Ciamis Keberadaanya Sangat Eklusif di Dalam Hutan
    Kampung Rumah Dalapan Ciamis Keberadaanya Sangat Eklusif di Dalam Hutan

    Eli menuturkan, lokasi hutan tempat mereka tinggal merupakan jalur off road dan jalur Trail Adventure. Sehingga lokasi perkampungan itu menjadi tempat istirahat mereka dan nama rumah Delapan pun diberikan oleh para petualang tersebut.

    ” Sebenarnyanya perkampungan ini bukan kampung adat atau budaya. Namun pemberian nama Rumah Delapan itu biar keren oleh para pencinta alam saat istirahat di lokasi itu,” ucapnya.

    Eli melanjutkan, memang lokasi kampung rumah Delapan itu sangat terpencil karena berada di dalam hutan. Sehingga dengan keberadaan lokasi tersebut cukup menyulitkan penduduknya untuk mengakses dunia luar. Karena akses menuju perkampungan itu sangat ektrim jalurnya hanya tanah licin.

    ” Lokasinya terpencil dan akses satu-satunya harus melewati hutan dengan jalan tanah setapak. Kalau ada orang sakit ataw warga melahirkan ya terpaksa harus ditandu. Menuju pelayanan kesehatan di Puskesmas Sukadana sampai jalan raya Sukadana-Cisaga,” jelasnya.

    Eli meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten Ciamis melihat kondisi kesulitan warga yang butuh akses jalan keluar masuk perkampungan yang representatif untuk dibangunkan jalan tersebut.

    ” Kami warga membutuhkan pembangunan jalan sekitar 900 meter menuju perkampungan. Melalui jalan usaha tani (JUT) agar akses warga lancar dan tidak harus menembus hutan belantara. Hal itu sudah kami sampaikan kepada pemerintahan desa, ” ungkapnya.

    (Husen Maharaja/Irfansyahriza)

    Berita Terbaru

    spot_img