spot_imgspot_img
Jumat 20 Februari 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Belasan Tahun Lilis Warga Kawunglarang Geluti Camilan Tradisional Bantu Perekonomian Keluarga

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Belasan tahun sudah Ny Lilis Dian warga  Desa Kawunglarang Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis Jawa Barat menekuni usaha pembuatan berbagai macam makanan camilan tradisional. Seperti Kripik Pisang, Ubi ungu, ubi orange, Talas.

Selain membuat aneka macam kripik ibu rumah tangga tersebut dalam membantu perekonomian keluarganya juga membuat Seroja berbagai varian rasa.

BACA JUGA: Bupati Ciamis Pastikan sudah Siap Hadapi Bencana Alam di Musim Hujan

Menurut Lilis, usaha yang di gelutinya untuk melestarikan makanan camilan tradisional yang saat ini sudah mulai terlupakan dan kalah dengan makanan camilan modern. Selain itu, untuk menambah perekonomian keluarganya.

“Untuk pembuatan Seroja dalam sehari menghabiskan bahan 17 Kilogram tepung beras,” katanya saat di temui di rumahnya, Sabtu (9/12/2023).

Lilis menuturkan, dari 17 Kilogram bahan tepung beras dan di tambah bahan lainnya bisa menghasilkan 60 pak kecil isi 25 biji Seroja untuk di pasarkan.

BACA JUGA: DPMPTSP Ciamis Mewajibkan Pengusaha Miliki NIB

“Untuk pemasaran saat ini baru sekitar wilayah Kecamatan Rancah. Dan alhamdulillah produk saya sudah mempunyai Nomor Induk Produksi (NIB),” ucapnya.

Lilis mengatakan, untuk olahan Seroja sendiri ada beberapa varian rasa yang bisa di nikmati. Seperti Original, Coklat, Kacang dan pedas.

“Untuk Seroja rasa pedas untuk saat ini tidak membuat karena harga Cabe Rawit sangat tinggi,” jelasnya.

Lilis melanjutkan, untuk saat ini pemasaran Seroja masih belum ramai hanya para pelanggan saja yang membelinya. Namun saat lebaran Idul Fitri tiba suka kewalahan dengan banyaknya pesanan.

“Kalau menjelang Lebaran untuk memenuhi pelanggan atau pembeli jauh-jauh hari juga memang sudah membuatnya sebagai persiapan,” terangnya.

Lilis menambahkan, hasil olahan yang di produksinya memang sudah mempunyai merk atau nama dagang. Namun hal itu tidak di sertakan dalam kemasan. Karena banyak pembeli yang meminta untuk di kemas ulang dengan merk mereka.

“Produk Saya ini tidak memakai merk dagang. Jadi bagi siapa saja yang membeli di persilahkan menggunakan nama dagang masing- masing walaupun memang produk saya juga sudah mempunyai merk dagang,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Anthika Asmara)

spot_img

Berita Terbaru