spot_img
Jumat 12 Agustus 2022
spot_img
More

    Palestina Luncurkan 100 Rudal Balas Serangan Israel

    PALESTINA,FOKUSJabar.id: Kelompok Jihad Islam Palestina menyatakan, telah menembakkan lebih dari 100 roket dari Jalur Gaza ke kota-kota Israel.

    Serangan itu merupakan balasan atas pembunuhan Israel terhadap 10 pasukannya, termasuk pemimpin senior di kelompok tersebut.

    Pada hari sebelumnya, pada Jumat (5/8/2022), Israel melakukan serangan di Jalur Gaza, yang menewaskan Taysir al-Jabari, seorang komandan Brigade Al Quds, salah satu pasukan kelompok Jihad Islam Palestina.

    Mantan jenderal militer Lebanon Elias Farhat mengatakan, pertempuran di Gaza dapat meningkat jika kelompok bersenjata Hamas Palestina bergabung.

    BACA JUGA: Cina Murka! Hentikan Semua Dialog Dengan AS

    “Sejauh ini Hamas tidak ambil bagian. Tapi saya pikir jika konflik ini berlangsung lebih lama, Hamas akan ambil bagian. Ini yang dideklarasikan beberapa pemimpinya hari ini,” kata Farhat, seperti dilansir CNBC, Sabtu (6/8/2022).

    Farhat menyebut, sejumlah faksi bersenjata Palestina di Jalur Gaza dapat bersiap untuk menghadapi konflik yang dalam waktu yang lama.

    “Saya tidak mengesampingkan bahwa mereka sangat terorganisir dan sangat siap untuk pertempuran panjang antara mereka dan Israel,” kata dia.

    Gideon Levy, pengamat dan penulis Israel untuk surat kabar Israel Haaretz memandang, pemboman di Gaza telah menjadi cara bagi politisi Israel untuk menunjukan kekuatan mereka sebelum pemilihan umum (pemilu).

    “Saya sangat curiga itu ada hubungannya dengan pemilu,” kata Levy.

    “Setiap perdana menteri perlu membuktikan dirinya, terutama jika dia berasal dari sayap kiri tengah di Israel. Dan kami akan memiliki perdana menteri baru, dan dia ingin menunjukkan bahwa dia kuat seperti semua mantan perdana menteri. Semua itu adalah alasan yang sangat buruk untuk pergi ke putaran lain di Gaza,” kata dia.

    Sebelum pemboman terjadi di Gaza, rangkaian serangan awal Israel juga terjadi di kawasan al-Shuja’iya, serangan ini menelan korban gadis berusia lima tahun bernama Alaa Qaddoum.

    Gadis kecil itu terbunuh bersama ayahnya Abdullah, sementara saudara laki-lakinya menderita luka-luka.

    Salah satu keluarga korban, Mohammad Abu Jabal menceritakan, Alaa pergi dengan ayah dan saudara laki-lakinya ke supermarket, sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak selama serangan Israel berlangsung.

    “Sebuah sepeda motor dibom secara langsung, menewaskan dia, ayahnya dan orang ketiga serta melukai saudara laki-lakinya,” kata Abu Jabal.

    “Ibunya, Rasha, sangat terkejut. Dia kehilangan putrinya dan suaminya dalam sekejap mata… Kami semua terkejut.”

    “Apa yang terjadi sangat mengejutkan. Apa kesalahan seorang gadis berusia lima tahun yang tidak bersalah dibunuh dengan cara ini? Berapa lama pendudukan Israel akan terus menyerang Jalur Gaza dengan cara ini? Kami lelah,” kata dia.

    Koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, mengungkapkan keprihatinannya atas eskalasi antara Israel dan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza.

    “Dalam beberapa jam terakhir, setidaknya 10 warga Palestina tewas oleh serangan udara Israel. Saya sangat sedih dengan laporan bahwa seorang anak berusia lima tahun telah tewas dalam serangan ini. Tidak ada pembenaran untuk setiap serangan terhadap warga sipil,” ujar Wennesland.

    Dia menyebut eskalasi itu sangat berbahaya dan mengatakan bahwa PBB bekerja untuk membantu menghindari konflik lebih lanjut yang akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan, terutama bagi warga sipil.

    Pernyataan itu juga menyerukan diakhirinya segera serangan roket dan untuk semua pihak agar menghindari eskalasi lebih lanjut.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img
    spot_img