spot_imgspot_img
Sabtu 7 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

5 Waktu Terlarang untuk Berhubungan Seksual

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kehidupan seks yang sehat salah satunya adalah dengan mengetahui kapan waktu untuk tidak melakukan hubungan seksual.

Faktanya, untuk menjaga kesehatan mental maupun fisik ada waktu “terlarang” bagi pasangan dalam melakukan kegiatan seksual.

Berikut 5 waktu terlarang untuk melakukan kegiatan seksual:

1. Saat hampir sembuh dari infeksi saluran kemih

Everyday Health mencatat, seseorang yang di nyatakan hampir sembuh dari infeksi saluran kemih (ISK) harus menunggu sampai antibiotiknya habis dan bebas gejala setidaknya selama dua minggu untuk kembali melakukan aktivitas seksual.

BACA JUGA: Daftar 21 Penyakit Tidak Ditanggung BPJS, Apa Saja?

Jika tidak, bisa berisiko memperburuk ISK yang belum benar-benar hilang dan menyebabkan rasa sakit. Bicarakan dengan dokter mengenai kapan waktu yang aman untuk berhubungan seks lagi.

2. Setelah waxing

Saat membersihkan rambut kemaluan dengan metode waxing, itu bisa membuat kulit genital menjadi sensitif. Setiap gesekan yang cukup intens di area kemaluan dapat menyebabkan benjolan dan iritasi.

Itu sebabnya di sarankan untuk menunggu 24 jam setelah waxing, baru boleh melakukan hubungan seksual.

Jeda waktu tersebut akan memberikan waktu bagi kulit untuk sembuh dan pulih.

3. Berhubungan intim untuk menghindari konflik

Kalau kamu khawatir terhadap konsekuensi negatif saat menolak seks, itu bisa di nilai sebagai paksaan.

Hubungan intim yang di lakukan untuk menjaga perdamaian, menyenangkan pasangan, atau mencegah pertengkaran bukanlah hal yang dapat di benarkan.

Terutama bila pasangan memberikan tekanan untuk melakukan seks, maka itu bisa di artikan pemaksaan yang tidak adil. Karena dalam rumah tangga sekali pun, persetujuan untuk melakukan aktivitas seksual perlu di berikan secara antusias dan sukarela.

Sejalan dengan hal itu, kamu tidak boleh menjadi orang yang menekan pasangan untuk berhubungan seksual. Jika pasanganmu tampak tidak menyukainya atau menolak, solusinya adalah jangan mencoba meyakinkan untuk melakukannya. Perhatikan kenyamanan pasangan, ya!

4. Saat dalam pengaruh alkohol dan obat-obatan

Penyalahgunaan obat-obatan dan konsumsi alkohol dapat merusak penilaian seseorang. Kehilangan kesadaran akan menurunkan kemampuan untuk memberikan sexual consent.

BACA JUGA:

Generasi “Jujur” dan Cara Baru Memilih Asupan

Begitu pula jika menghadapi pasangan yang sedang hilang kesadaran, jadilah seseorang yang menenangkan dan jangan memanfaatkan situasi tersebut.

Akan tetapi, bila kamu merasa memang menginginkannya begitu juga pasangan, beri waktu untuk cek diri sendiri apakah keputusan itu tetap ingin di lanjutkan. Artinya, pertimbangkan konsekuensi untuk melakukan seks saat dalam kondisi tidak sepenuhnya sadar.

5. Ketika tidak menginginkan seks

Bahkan ketika berada di luar situasi tekanan atau paksaan, jangan berhubungan seks kecuali memang menginginkannya.

Entah itu karena sedang tidak dalam kondisi yang sehat atau terlalu lelah, sebaiknya sampaikan kepada pasangan bahwa itu bukan sesuatu yang bisa kamu penuhi.

Dilansir IDN, tidak pernah ada alasan kamu harus melakukan tindakan seks apa pun jika kamu tidak benar-benar menginginkannya.

(Agung)

spot_img

Berita Terbaru