spot_img
Sabtu 1 Oktober 2022
spot_img
More

    18 Tahun Perumda Tirta Anom Kota Banjar

    BANJAR,FOKUSJabar.id: Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Anom, Kota Banjar, Jawa Barat, hari ini genap berusia 18 tahun. Perumda Tirta Anom merupakan salah satu perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Banjar yang didirikan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih.

    Perusahaan yang berubah nomenklatur dari PDAM menjadi Perumda ini, merupakan salah satu potensi di wilayah timur Jawa Barat untuk membantu perekonomian daerah. Namun, selama 18 tahun keberadaan perumda ini, masyarakat Kota Banjar masih banyak yang mengeluhkan pelayanan air bersih.

    “Payah… Air ngga ada sama sekali. Saat ada ngak tentu datangnya kadang malam, tengah malam bahkan dini hari,” kata Arief Hardiansyah seperti yang dilansir FOKUSJabar dari ringkasan ulasan google, Jumat (24/6/2022).

    Arief menyampaikan, pelayanan prima dari Perumda Tirta Anom ini dinilai tidak merata. “Ada yang bilang prioritas pemukiman yang banyak pemakaian PDAM yang diutamakan, bukannya kota sebagai pelanggan setia pengguna PDAM juga punya hak yang sama untuk mendapatkan air bersih,” dia menegaskan.

    Ketua Komisi II DPRD Kota Banjar, Asep Saefurrohmat pun menyoroti pelayanan Perumda Tirta Anom yang belum maksimal. Pihaknya menyayangkan terkait banyaknya keluhan pelayanan air dari perumda yang saat ini berusia 18 tahun.

    “Lagi lagi keluhan dan keluhan dari pelanggan atau masyarakat,” kata Asep saat dihubungi, Selasa (31/5/2022) lalu.

    Padahal, menurut Asep, setiap rapat kerja selalu disampaikan terkait pelayanan dan kualitas air yang bersumber dari Perumda Tirta Anom ini.

    “Sesungguhnya kami tidak bosan-bosan mengingatkan kepada direksi PDAM agar dapat memperbaikinya. Namun sampai saat ini masih saja banyak keluhan,” dia mengatakan.

    BACA JUGA: Dorong UMKM Maju, Pemkot Banjar Siapkan E-Katalog

    Menanggapi terkait kendala seperti yang kerap diungkapkan Perumda Tirta Anom yakni pipa Jaringan Distribusi Umum (JDU) yang sering mengalami kebocoran sehingga pelayanan tidak maksimal, Asep menyebut jika pengajuan revitalisasi perlu pertimbangan. Namun Asep mengaku jika pihaknya sudah tidak terlalu percaya terhadap perusahaan daerah milik Pemkot Banjar ini.

    “Di usia Tirta Anom saat ini, belum bisa menyumbangkan PAD,” kata Asep.

    Ditempat terpisah, Kabid Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Fauzi Efendi membenarkan jika Perumda Tirta Anom selama 18 tahun belum memberikan sumbangsih terhadap pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota Banjar.

    “Tidak ada realisasi dari PDAM sampai saat ini,” kata Fauzi.

    Sementara Direktur Perumda Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah tidak menampik akan pelayanan yang dinilai belum maksimal. Dia berdalih, tidak maksimalnya pelayanan lantaran masih banyaknya kendala dari sisi fasilitas milik Perumda Tirta Anom yang salah satunya pipa JDU.

    Pipa JDU yang dimiliki perusahaan air ini sering kali mengalami kebocoran karena usianya yang sudah lapuk. Pipa tersebut dibangun pada tahun 1979 dan sudah seharusnya direvitalisasi.

    “Untuk itu kami sudah mengusulkan revitalisasi sebanyak tiga kali ke Pemkot Banjar namun sampai saat ini belum juga direalisasi. Mudah-mudahan kedepannya dapat segera di revitalisasi agar pelayanan air bersih bisa dilakukan dengan maksimal,” Fitrah menerangkan.

    Fitrah mengatakan, di usia ke-18 tahun, pihaknya meminta maaf atas ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan Perumda Tirta Anom.

    “Kami memohon maaf kepada semua masyarakat atas ketidaknyamanan pelayanan air bersih ini. Mudah-mudahan kedepannya bisa lebih baik lagi,” kata dia.

    Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih pun telah mengetahui akan kendala yang dihadapi oleh Perumda Tirta Anom ini. Pihaknya pun menginginkan revitalisasi pipa JDU namun kondisi keuangan saat ini masih dilanda pandemi sheingga belum bisa terealisasi. Namun Ade Uu belum bisa memberikan kepastian terkait revitalisasi pipa JDU seperti yang diinginkan Perumda Tirta Anom.

    “Kedepan akan direvitalisasi, tapi belum tau kapan. Mudah-mudahan masih periode saya, saat ini kan masih banyak yang harus dilakukan Pemkot, tidak hanya mengurus Perumda Tirta Anom saja,” Ade Uu menegaskan.

    (Budiana Martin/Ageng)

    Berita Terbaru

    spot_img