spot_img
Sabtu 15 Januari 2022
spot_img

WHO: Akhir Pandemi Covid-19 di Depan Mata!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: David Nabarro, utusan khusus World Health Organization (WHO) untuk COVID-19 mengatakan, akhir dari pandemik Covid-19 telah terlihat.

Namun, ia mengatakan bahwa tiga bulan ke depan akan menjadi masa yang berat karena penyebaran varian Omicron.

“Kita dapat melihat akhir (pandemik) di depan mata, tapi kita belum sampai di sana. Ada beberapa rintangan sebelum kita sampai di sana. Ini akan menjadi masa sulit setidaknya tiga bulan ke depan,” kata Nabarro.

BACA JUGA: Moderna Klaim Booster Buatannya Lindungi dari Omicron

Nabarro menyebut alasan Omicron menjadi salah satu tantangan adalah karena varian ini telah memberikan tekanan kepada sistem kesehatan.

Dia tidak hanya khawatir dengan lonjakan pasien rawat inap. ia juga khawatir dengan ancaman mutasi dari varian Omicron.

“Virus ini berkembang. Kita saat ini menghadapi Omicron, tapi kita akan dihadapkan dengan lebih banyak varian. Dan itu benar-benar mempengaruhi seluruh dunia,” kata dia.

Nabarro juga menyadari bahwa pembatasan sosial mejadi cara yang efektif untuk menekan penularan. Namun, dia juga sadar bahwa kebijakan itu sulit diterapkan saat ekonomi suatu negara sangat terdampak pandemik.

“Sangat jelas bahwa tidak ada ruang untuk pembatasan besar di negara mana pun, terutama di negara miskin. Orang-orang harus tetap bekerja, dan ada beberapa pilihan yang sangat sulit bagi para politisi saat ini,” katanya, seperti dilansir IDN, Rabu (12/1/2021).

Apa yang dimaksud akhir dari pandemik adalah Covid-19 menjadi endemik, yaitu ketika virus corona dinilai selayaknya influenza.

Namun, ada juga yang meragukan soal prediksi COVID-19 menjadi endemik dalam waktu dekat. Sebab, kurva infeksi menunjukkan, setiap tahun sedikitnya terjadi dua hingga tiga kali fase kritis atau gelombang baru pandemik.

“Virus ini bekerja dengan lonjakan drastis, kemudian turun lagi, dan melonjak lagi setiap tiga atau empat bulan. Sulit untuk memprediksi masa depan berdasarkan pola di masa lalu dan saya tidak suka melakukan hal itu,” ujar Nabarro.

“Tetapi saya setuju bahwa pola yang akan terjadi dengan virus ini adalah lonjakan yang berkelanjutan, dan hidup dengan COVID-19 berarti mampu mempersiapkan lonjakan ini dan bereaksi dengan sangat cepat ketika itu terjadi,” lanjutnya.

WHO memprediksi bahwa dalam dua bulan ke depan setengah dari populasi Eropa akan terinfeksi Omicron, jika tren penularan di Benua Biru tetap seperti ini.

“Hidup dapat terus berjalan, kita dapat membuat ekonomi hidup kembali di banyak negara, tetapi kita harus benar-benar memiliki rencana yang sangat baik untuk menghadapi lonjakan itu,” ujar dia.

(Agung)

Berita Terbaru

spot_img