spot_img
Kamis 13 Januari 2022
spot_img

Siklon Tiffany Hampiri Indonesia, 3 Provinsi Terancam!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Siklon Tropis Tiffany yang tengah menghampiri sekitar 860 km sebelah barat daya Merauke, berpotensi menyebabkan angin kencang di tiga provinsi wilayah timur Indonesia.

Siklon ini juga berpotensi memicu gelombang tinggi. Prakiraan ini berlaku mulai Rabu (12/1/2022) pukul 07.00 hingga 24 ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, ketiga provinsi yang terdampak angin kencang akibat Siklon Tiffany antara lain Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Maluku.

BACA JUGA: WHO: Akhir Pandemi Covid-19 di Depan Mata!

Prakirawan BMKG Nurul Pramiftah mengatakan, posisi Siklon Tiffany saat ini berada di Australia sebelah utara, 14.6 Lintang Selatan, 135.6 Bujur Timur atau sekitar 860 km sebelah barat daya Merauke.

Sementara, arah gerak Siklon tropis ini ke arah barat dengan kecepatan 15 knots atau 28 km/jam.

“Sedangkan, kekuatan siklon tropis ini 40 knots atau 75 km/jam serta tekanan 999 hPa,” kata Nurul, seperti dilansir IDN.

Posisi Siklon Tiffany dalam 24 jam ke depan berada di Australia sebelah utara, dengan titik koordinat 14.8 Lintang Selatan dan 131.5 Bujur Timur, atau sekitar 1.200 km sebelah barat daya Merauke.

Sementara, arah gerak Siklon Tiffany dalam 24 jam ke depan menuju barat dengan kecepatan 30 knots atau 55 km/jam, serta tekanan 999 hPa.

“Diperkirakan intensitas Siklon Tropis Tiffany akan menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat,” kata dia.

Selain angin kecang, juga adanya potensi tinggi gelombang berkisar 1,25-2,5 meter (Moderate Sea) di Laut Flores, Perairan selatan Baubau-Kep. Wakatobi, Laut Seram bagian timur, Perairan Fakfak-Kaimana, Perairan Amamapare, Laut Banda, Perairan Kep. Letti hingga Kep. Tanimbar, Perairan Kep. Kei-Kep. Aru, dan Laut Arafuru.

Nurul menjelaskan Siklon tropis ini berdampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

“Ini merupakan produk terakhir informasi Siklon Tropis Tiffany dikarenakan akan punah dalam 6-12 jam ke depan,” katanya.

(Agung)

Artikel Lainnya

spot_img