spot_img
Jumat 14 Januari 2022
spot_img

Imbas Kerja Paksa, Zara Diblokir di Prancis!

PRANCIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Prancis blokir Perluasan toko pakaian Zara di negaranya.

Hal tersebut dilakukan terkait penyelidikan perusahaan induk Zara yakni Inditex, atas kerja paksa warga minoritas Uighur di Cina.

Sebelumnya, Toko pakaian itu ingin melipatgandakan luas permukaan tokonya di pusat kota selatan Bordeaux. Tetapi pada tanggal 9 November komisi regional yang ditugaskan untuk memeriksa proyek tersebut menolaknya.

Anggota komisi yang menentang ekspansi, meminta adanya penyelidikan apakah perusahaan asal Spanyol itu mendapat keuntungan dari penggunaan kerja paksa anggota minoritas Uighur oleh pemasok di Cina.

BACA JUGA: Rusia Bakal Kirim Kapal Perang Ke RI, Ada Apa?

“Itu adalah keputusan politik kami,” kata Alain Garnier, salah satu pejabat terpilih di komisi tersebut.

“Kami ingin mengirim sinyal kuat dengan memblokir ekspansi toko yang tidak memiliki kontrol yang cukup atas pemasok mereka,” kata dia.

Hakim Prancis membuka penyelidikan atas tuduhan oleh kelompok hak asasi terhadap empat perusahaan mode termasuk pemilik Zara Inditex, mendapat untung dari kerja paksa minoritas Uighur di China pada Juni lalu.

Para kelompok hak asasi manusia meyakini setidaknya satu juta orang Uighur dan sebagian besar minoritas Muslim lainnya telah dipenjara di banyak kamp di wilayah Xinjiang. Di sana pemerintah Cina juga dituduh mensterilkan perempuan dan memaksakan kerja paksa.

Pada saat itu pihak Inditex membantah mereka telah menggunakan kapas dari Xinjiang. Mereka mengatakan bahwa memiliki kontrol ketertelusuran yang ketat.

“Dengan dampak mode cepat terhadap lingkungan dan kecurigaan tentang penggunaan kerja paksa orang Uyghur, proyek Zara bagi kami tampaknya melanggar kriteria pembangunan berkelanjutan yang dipertimbangkan oleh komisi tersebut,” kata anggota komisi lain, Sandrine Jacotot, seperti dilansir CNBC.

Jacotot yang juga wakil walikota Bordeaux untuk perdagangan mengatakan, Zara memiliki pilihan untuk mengajukan banding atas keputusan di tingkat nasional untuk menjelaskan bahwa perusahaan menghormati kriteria pembangunan berkelanjutan.

BACA JUGA: Viral Video Adhisty Zara Diremas Payudaranya

(Agung)

Berita Terbaru

spot_img