spot_img
Senin 17 Januari 2022
spot_img

Len Dipercaya Kemenhan untuk Modernisasi KRI Usman Harun 359

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Len Industri (Persero) berkerjasama dengan Thales dipercaya  Kementrian Pertahanan RI untuk modernisasi KRI Usman Harun 359 Multi Role Light Fregat (MRLF) Bung Tomo Class.

Modernisasi akan dilakukan pada Combat Management System, radar pengawasan udara dan permukaan, radar kendali, sistem kontrol penembakan elektro-optik (eo) hingga tactical multi-purpose R-ESM system.

Combat system adalah brainware dari sebuah kapal perang. Keselarasan fungsi dan kendali antara sistem sensor dan sistem senjata di kapal perang menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan operasi di kapal perang. Peran sentral inilah yang diemban oleh sebuah combat system.

“Tanpa harus membangun kapal perang dari awal, setelah proses modernisasi nanti, kecanggihan KRI Usman-Harun akan selevel dengan kapal Frigat kelas Martadinata yang baru,” kata Direktur Bisnis dan Kerjasama Len Wahyu Sofiadi di Bandung, Senin (29/11/2021).

BACA JUGA: PT LEN Hadirkan Solar Tree Len di Alun-Alun Bandung

Modernisasi yang dilakukan bisa memperpanjang usia beroperasinya kapal perang sekaligus meningkatkan kemampuan TNI AL dengan biaya lebih efektif.

Len sebagai industri dalam negeri akan menjadi owner atas semua detail teknis KRI Usman Harun setelah modernisasi. Sehingga permbaruan teknologi ke depannya akan lebih mudah, dimana Len bisa melakukan integrasi teknologi baru tanpa harus ada kontrak principal lain. Hal ini pun akan memberikan efisiensi waktu dan biaya untuk TNI AL.

“Len juga akan memasang Tactical Data Link, dan Integrated Communicatin System (produk Len), serta melibatkan perusahaan lokal galangan kapal dan perbaikan meriam,” kata Wahyu.

Pihaknya berharap akhir tahun 2021 bisa menyelesaikan semua pekerjaan engineering-nya yang meliputi desain moderenisasi combat system, sistem navigasi, sistem komunikasi dan desain moderenisasi platform kapal.

“Kegiatan di kapal KRI Usman Harus baru akan dimulai di tahun depan,” kata dia.

Kapal perang ini pertama kali diluncurkan pada Juni 2001 yang dibangun BAE Systems Marine untuk Angkatan Laut Brunei Darussalam dengan nama KDB Bendahara Sakam. Kapal ini ditolak oleh pelanggan karena masalah sengketa kontrak.

Akhirnya, pada November 2012 KDB Bendahara Sakam dibeli oleh TNI AL dan berganti nama menjadi KRI Usman Harun.

Kapal dengan panjang 95 meter, lebar 12,7 meter, berat 2.300 ton dan kemampuan mesin 4x MAN 20 RK270 Diesel serta 30 knot kecepatan itu didatangkan ke Indonesia pada pertengahan September 2014.

(LIN)

Berita Terbaru

spot_img