spot_img
Senin 17 Januari 2022
spot_img

Penerima Program Kartu Prakerja di Garut Mencapai 72 Ribu

GARUT,FOKUSJabar.id: Sebanyak 72.763 warga Kabupaten Garut menerima Program Kartu Prakerja dari 262.801 orang mendaftar, rentang umur 26 hingga 35 tahun menjadi penerima terbanyak dengan persentasi 39 persen.

Dengan demikian Kabupaten Garut menjadi daerah ke-7 paling banyak menerima Program Kartu Prakerja di Provinsi Jawa Barat dan posisi ke-16 di Pulau Jawa.

Untuk skala Provinsi, Jawa Barat adalah menjadi provinsi dengan jumlah penerima Program Kartu Prakerja terbanyak secara nasional. Total penerima dari gelombang satu hingga 22 di Jawa Barat ada 1.494.509 orang. Angka tersebut disaring dari sebanyak 5.239.146 orang pendaftar.

BACA JUGA: Tol Cisumdawu Ditargetkan Beroperasi Akhir 2021

Bupati Garut Rudi Gunawan mengatakan, Program Kartu Prakerja di Garut sudah sangat maksimal kemudian tanggapan dari masyarakat juga sangat luar biasa.

“Ini luar biasa, program Prakerja mantap di Garut,” kata dia.

Rudi mengatakan, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta pada Bupati supaya Prakerja dan program-program pemerintah pusat yang lain termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang berguna dalam rangka meningkatkan ekonomi di Garut, itu harus mendapatkan dukungan lanjutan.

Salah satu penerima program Kartu Prakerja di Kabupaten Garut Nenden Farida Ukus, berharap program Kartu Prakerja bisa terus dilanjutkan, agar dapat membantu pedagang lain yang merasakan hal serupa dengannya.

Nenden yang mengikuti program Prakerja gelombang 22  mengaku, dengan diterimanya ia pada program tersebut, menimbulkan kembali rasa percaya dirinya setelah usahanya gulung tikar akibat pandemi.

Sebelumnya Nenden membuka usaha toko kelontong, namun karena situasi pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), membuat tokonya sepi, sehingga ia harus mengalihkan bisnisnya dengan berjualan secara daring. Berbekal latar belakang pendidikan tata boga dan pelatihan mengolah makanan sehat bagi juru masak  dan insentif yang ia dapat dari Prakerja, Nenden pun berani mencoba untuk berjualan bolu dan kolak.

“Saya mendapat ilmu bagaimana mengolah makanan secara higienis dan kualitas gizi terjaga. Pemasaran usaha kulinernya saya lakukan secara daring melalui Facebook dan WhatsApp,” katanya Nenden.

BACA JUGA: Kartu Prakerja gelombang 22 Resmi Dibuka!

(Anthika Asmara)

Berita Terbaru

spot_img