spot_img
Sabtu 27 November 2021
spot_img
spot_img

23 Ribu Proyek Investasi ke Jabar Serap 87 Ribu Tenaga Kerja

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Jawa Barat (Jabar) masih menduduki peringkat pertama realisasi investasi di Indonesia, sepanjang Januari-September 2021 dengan nilai Rp107,23 trilyun.

Realisasi itu mampu menyerap tenaga kerja hingga 87.766 orang yang terserap dari 23.749 proyek.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar Noneng Komara mengatakan, realisasi investasi sepanjang Januari-September 2021 mampu memberikan kontribusi 16,3 persen pada realisasi investasi nasional.

BACA JUGA: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal Syariah, BEI Gelar SIW 2021

“Realisasi investasi Jabar periode Januari–September 2021 sebesar Rp. 107,23 triliun naik Rp 20,90 triliun dari realisasi periode yang sama di tahun 2020. Angka ini telah mencapai 84,21% dari target yang ditetapkan oleh BKPM sebesar Rp127,34 triliun,” kata Noneng, Minggu (14/11/2021).

investasi

Angka realisasi yang datang dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp107,23 triliun mampu membuka lapangan pekerjaan saat masa pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

Noneng mengatakan, pihaknya investasi PMA dan PMDN tersebut memberikan kontribusi terhadap pembangunan Jabar.

“Peningkatan PMA sangat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jabar dan PMDN sangat berperan terhadap penyerapan tenaga kerja. Artinya investasi memiliki andil terbesar dalam pertumbuhan ekonomi triwulan secara year on year,” kata

Dia mengatakan, PMDN di Jawa Barat mampu berkontribusi maksimal dalam penyerapan tenaga kerja dimana terdapat tenaga kerja sebesar 31.691 orang meningkat 10.363 orang dari periode yang sama tahun 2020 sebesar 13.386 orang. PMDN sendiri realisasi investasinya mencapai Rp 45,3 trilyun atau meningkat Rp 9,9 trilyun dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Lokasi yang paling besar menyerap tenaga kerja PMDN di Jawa Barat di Kabupaten Bogor sejumlah 5.586 Orang atau 17,63%. Untuk PMA, penyerapan tenaga kerja terbesar dari Kabupaten Bekasi sejumlah 15.141 Orang atau 27,00%,” katanya.

Noneng juga mencatat Pada Januari-September 2021, jumlah proyek yang direalisasikan adalah sebesar 23.749 proyek, naik signifikan sebesar 77,42% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang sebesar 13.386 proyek.

Berdasarkan data realisasi investasi PMA & PMDN Januari-September 2021, sektor dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat adalah Perumahan, Kawasan Ind & Perkantoran (25%), Industri Kendaraan Bermotor & Alat Transportasi Lain (15%), dan Transportasi, Gudang & Komunikasi (11%).

“Jawa Barat masih menjadi primadona investasi, ini bisa dilihat dari kenaikan realisasi investasinya. Realisasi PMA mengalami kenaikan sebesar 21,59% dan PMDN naik sebesar 28,01%. Jadi upaya kami untuk terus mempromosikan potensi investasi tidak terhalang oleh pandemi Covid-19. Meskipun banyak upaya promosi dan sosialisasi dilakukan secara daring. Di sisi lain, Pak Gubernur Jabar Ridwan Kamil juga terus intens hadir dalam upaya-upaya promosi investasi yang melibatkan investor luar,” ujar Noneng.

Untuk PMDND, PMPTSP Jabar sendiri mencatat realisasi investasi terbesar disumbangkan oleh PT Mahkota Permata Perdana, Jasa Marga Japek Selatan dan Adhi Commuter Properti. Sementara perusahaan dengan realisasi PMA terbesar datang dari Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China dan Amazon Data Services Indonesia.

BACA JUGA: Disparbud Bakal Tawarkan Investasi Pariwisata Jabar di Dubai Expo 2020

(Agung)

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img