spot_img
Jumat 29 Maret 2024
spot_img
More

    Duka Ridwan Kamil Atas Wafatnya 11 Santri di Ciamis

    DEPOK,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil (Emil) menyampaikan rasa duka atas wafatnya 11 santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Harapan Baru Ponpes Cipasung Kabupaten Ciamis saat berkegiatan susur sungai di Sungai Cileueur.

    Setelah melakukan kunjungan kerja ke Papua untuk menghadiri penutupan PON XX Papua 2021, Emil langsung melakukan takziah kepada keluarga salah satu santri yang wafat akibat insiden susur sungai di Kota Depok, Sabtu (16/10/2021).

    “Saya selaku Pemda Provinsi Jawa Barat juga besama Wali Kota Depok, turut berduka cita yang mendalam atas berpulangnya 11 anak-anak kita di Ciamis. Kami sangat merasakan rasa kehilangan para orang tua,” kata Emil.

    BACA JUGA: Pemakaman Siswa Mts di Ciamis Diiringi Tangis Keluarga

    Emil pun memberikan santunan kepada keluarga. Dia berharap santunan tersebut dapat meringankan beban keluarga setelah ditinggalkan orang terkasih.

    “Saya yakin tidak bisa menggantikan, tapi mudah-mudahan bisa meringankan apapun yang sedang dihadapi,” kata dia.

    Ridwan Kamil juga meminta kepala daerah dan Kementerian Agama Provinsi Jabar untuk evaluasi kegiatan pembelajaran tatap muka melalui tahapan yang ketat, termasuk kegiatan susur sungai yang sudah menelan korban jiwa.

    “Saya sudah minta sesuai kewenangan, level SMP Tsanawiyah itu ada di bupati dan Kemenag untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh,” katanya.

    Emil melarang kegiatan susur sungai sampai standar operasional prosedur (SOP) tersusun secara komprehensif.

    Ridwan Kamil juga meminta BPBD Jabar untuk menyusun SOP mengenai kegiatan alam dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan.

    “Saya melarang ada susur sungai di masa depan, kecuali sudah ada SOP yang jelas dari BPBD. Oleh karena itu, saya minta kepada BPBD untuk menyusun sebuah SOP bagaimana kegiatan alam itu bisa dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan. Mungkin BPBD, saya sudah minta dan berkoordinasi dengan pencinta alam profesional, seperti Wanadri, sehingga di masa depan tidak boleh terulang lagi hal-hal ini,” ujar Ridwan Kamil.

    “Karena kehilangan satu nyawa itu tidak bisa tergantikan oleh apapun. Apalagi sekarang jumlahnya tidak sedikit,” imbuhnya.

    BACA JUGA: Jabar Juara Umum PON Papua, Sejarah 70 Tahun Terulang di Era Ridwan Kamil

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img