spot_img
Selasa 12 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Ciamis Kembali PPKM Level 3, Disdik Perketat Prokes

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kembali berstatus PPKM Level 3, setelah sebelumnya masuk pada kategori level 2.

Hal tersebut berdasarkan dari persentase vaksinasi yang belum memenuhi ketentuan klasifikasi PPKM level 2. Meskipun, jumlah kasus Covid-19 di Ciamis landai.

Dengan demikian, pembatasan kegiatan yang menimbulkan kerumunan kembali mulai diperketat. Termasuk meninjau kembali penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

BACA JUGA: Lagi, Miras Oplosan di Tasikmalaya Renggut Satu Nyawa

Sekda Ciamis, Tatang mengatakan, wilayahnya kembali ke level 3 karena vaksinasi yang belum mencapai target.

Mengenai hal itu Tatang menjelaskan, sebenarnya untuk vaksinasi sudah dilakukan secara masif. Namun beberapa waktu yang lalu kendalanya ada pada kurangnya suplai vaksin.

“Kita sudah melakukan segala upaya untuk mengoptimalkan vaksinasi. Kita harap ke depan suplai vaksin dapat sesuai dengan jumlah permintaan yang kita ajukan ke pusat. Sehingga tim Vaksinator dapat bergerak masif untuk mencapai target,” ucapnya.

Mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No47 tahun 2021 terkait PPKM Level 3 Jawa dan Bali, Kegiatan PTM terbatas dengan kapasitas 50 persen.

Kecuali, SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB maksimal 62-100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

PAUD maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis, Asep Saeful Rahmat mengatakan, PTM masih berjalan. Namun monitoring terus diperketat.

“PTM masih kita jalankan dengan mengacu pada intruksi mendagri no 47 tahun 2021,” ucap Asep, Kamis, (7/10/2021).

Asep menuturkan, untuk vaksinasi siswa SMP sudah dilaksanakan 65 persen. Sebanyak 20 ribu siswa  sudah divaksin dari jumlah siswa 36 ribu.

“Untuk tenaga pendidik sendiri vaksinasi sudah 90 persen. Kita sangat serius dalam melakukan pengawasan, tentu demi memberi hak edukasi serta perlindungan kepada para siswa,” jelas Asep.

Asep menyampaikan, tenaga fungsional Disdik dikerahkan untuk memantau berjalannya PTM. Pengawasan dan edukasi prokes diperketat sedara masif, termasuk memantau target capaian akademik.

“Sejauh ini capaian akademik siswa menunjukan progres yang baik dengan pola penyesuaian pembelajaran ditengah pendemi Covid-19,” pungkasnya.

(Riza M Irfansyah/Bambang Fouristian) 

Artikel Lainnya

spot_img