spot_img
Jumat 15 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Ini Alasan Baznas Kabupaten Tasikmalaya Hadirkan Assesor ZCD Baznas RI

TASIKMALAYA,Fokusjabar.id: Meskipun diterpa pandemi Covid-19, program Zakat Community Development (ZCD) Baznas Kabupaten Tasikmalaya, telah berhasil membentuk sejumlah kelompok usaha binaan yang bergerak pada sektor peternakan.

Dari 23 desa yang merupakan target program ZCD dengan skala prioritas desa rawan pangan, sosial dan akidah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Baznas telah menyalurkan bantuan sebanyak 64 ekor domba untuk 20 desa. Dan setelah dilakukan pendampingan, hingga bulan September 2021 ini telah bertambah menjadi 124 ekor.

“Alhamdulillah, meskipun baru seumur jagung program ZCD ini menunjukan perkembangan cukup baik. Hal ini juga bermakna bahwa semangat Baznas dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat dari kalangan mustahik, telah membuahkan hasil positif,” kata Ketua Baznas Kabupaten Tasikmalaya, KH. Acep Thohir Fuad, dalam acara bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapasitas pendamping ZCD, di gedung MUI Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/8/2021).

Untuk itu lanjut dia, dalam rangka memperlebar jangkauan manfaat program ZCD di masyarakat sekaligus memantapkan langkah yang sudah dilakukan, Baznas menghadirkan tenaga ahli dan assesor dari Lembaga ZCD Baznas RI, untuk memberikan bimbingan dan pelatihan bagi para pendamping ZCD di Kabupaten Tasikmalaya.

Bimtek peningkatan kapasitas pendamping ZCD
Direktur ZCD Baznas RI, Tatiek Kancaniati dihadirkan Baznas Kabupaten Tasikmalaya dalam kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas Pendamping ZCD dalam rangka pemberdayaan ekonomi mustahik di Kabupaten Tasikmalaya

BACA JUGA: Kabupaten Tasikmalaya Mantan Kota Terkotor ke-2 di Indonesia

Sementara itu, Kepala BMF (Baznas Microfinance) Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus Penanggungjawab Program ZCD, Dadan Nurdin mengatakan, ZCD merupakan lembaga program yang ada di bawah naungan Baznas yang salah satunya fokus pada pemberdayaan ekonomi dengan tujuannya mengangkat harkat martabat para kaum dhuafa dalam meningkatkan potensi baik dari sisi Sumber daya manusia (SDM) maupun Sumber daya alam (SDA).

“ZCD hadir salah satunya untuk membantu program pemerintah dalam mengatasi permasalahan sosial ekonomi, khususnya dalam menekan tingkat kemiskinan dan pengangguran yang grafiknya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan secara signifikan,” ujar Dadan.

Pada program ZCD ini terang dia, Baznas membangun sinergisitas dengan KADIN sebagai asosiasi atau lembaga yang notabene merupakan kumpulan para pengusaha/wirausaha yang dari sisi manajemen, diisi orang-orang professional.

“Dua lembaga ini kita coba kolaborasikan, Baznas sebagai lembaga filantrofi (sosial kemanusiaan) sementara KADIN sebagai asosiasi (lembaga) yang fokus di manajemen ekonominya,” ucapnya.

BACA JUGA: Wanita Paruh Baya di Pangandaran Tewas Diduga Dianiaya Suami

Lebih lanjut Dadan menyebutkan, pada ZCD tahap pertama yang di inisiasi pada tahun 2020, Baznas memberikan bantuan kepada 20 desa berupa pengadaan domba sebanyak 64 ekor. Kemudian dilakukan pendampingan di setiap Desa selama 10 bulan dan hasilnya dari jumlah 64 ekor, saat ini sudah bertambah menjadi 124 ekor.

Pada ZCD tahap pertama ini, pemberdayaan lebih difokuskan ke peternakan. Dan memasuki tahun 2021, ZCD melakukan program lanjutan dengan target 10 desa tertinggal.

Jenis pemberdayaan yang akan dilakukan disesuaikan dengan potensi yang berada di desa tersebut. Sehingga jenis pemberdayaanya akan lebih bervariatif.

Semoga program ZCD ini kata dia, bisa menjadi solusi dalam mendongkrak dan mengangkat perekonomian kerakyatan hingga bisa melahirkan kearifan lokal.

Lebih jauhnya para pelaku ekonomi yang tergabung dalam program ZCD, orientasinya bukan sekedar mencari laba. Tetapi juga dapat membawa manfaat lebih untuk khalayak, sehingga dapat melahirkan para muzakki dan munfik baru yang berkesinambungan.

(Farhan)

Artikel Lainnya

spot_img