spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

Catat, Ini Cara Mengolah Daging Merah dan 7 Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Meat & Livestock Australiahttps (MLA) kembali menggelar campaign. Kali ini mengusung tema “Beef Talk,” sebagai sosialisasi dan mengenalkan manfaat daging sapi dan domba dari Australia.

MLA sendiri merupakan perusahaan yang membantu industry Red Meat atau daging merah di Indonesia. Selain itu, program Beef Talk juga bertujuan memberikan edukasi dari sisi nutrisi serta cara mengolah dan memotong jenis daging.

Pakar Nutrisi, Emilia Achmadi mengatakan, penting mengonsumsi makanan tinggi protein. Baik nabati atau hewani seperti daging merah.

Menurutnya, selain buah dan sayuran, daging merah juga salah satu makanan yang perlu dikonsumsi karena memiliki banyak zat yang berguna bagi tubuh. Salah satunya meningkatkan kekebalan tubuh.

BACA JUGA: Viral Konten ‘Daging Ketemu Daging’, Pengacara Kondang Bakal Dilaporkan!

“Saya sarankan untuk memilih daging yang rendah lemak dan berkualitas yang rendah kalori dan tinggi kandungan protein, zat besi, hingga Seng (Zinc) yang krusial dalam membentuk imunitas,” kata Emilia pada acara Beef Talk di Tilu Restaurant, Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung  Jawa Barat (Jabar), Sabtu (11/9/2021).

Emilia mengungkapkan, zat besi dan Seng dalam daging merah punya banyak manfaat. Di antaranya, mengobati anemia, menaikkan kadar hemoglobin, mengurangi kelelahan, mendorong imunitas, meningkatkan konsentrasi dan membuat individu bisa beristirahat lebih baik.

“Kandungan zat besi dalam daging merah juga bisa membantu kinerja jantung. Semakin tinggi kandungan zat besi, maka asupan oksigen ke otot jantung pun semakin lancar, sehingga kerja jantung semakin optimal,” ungkapnya.

Emilia menjelaskan, zat besi juga sangat diperlukan perempuan dua kali lipat. Pasalnya, perempuan mengalami proses menstruasi, kehamilan, hingga laktasi.

“Daging merah mengandung gizi yang dibutuhkan semua umur, mulai anak usia 6 bulan hingga orang dewasa karena memiliki nilai gizi yang penting dan sebaiknya terus dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang sehat,” jelasnya.

Sementara itu, Chef Chandra mengatakan, dalam mengolah daging sapi bisa dibedakan berdasarkan jenis dagingnya. Daging sapi memiliki kualitas yang berbeda sesuai dengan bagian tubuh sapi.

“Yang pasti, manfaat daging sapi bisa didapatkan jika dikonsumsi sesuai porsinya dan tidak berlebihan. Karena apa pun jika dikonsumsi berlebihan pastinya tidak baik. Selain itu, perhatikan bagian daging dan pengolahannya agar nutrisi yang terkandung dalam daging sapi tidak hilang,” kata Chandra.

Menurutnya, bagian daging brisket menjadi salah satu jenis yang  memiliki banyak lemak sehingga rasanya lebih gurih. Letaknya ada di bagian dada bawah sapi atau di sekitar kaki depan.

“Karena mengandung lemak, daging ini cocok untuk dimasak untuk menu makanan berkuah. Seperti, soto atau sup. Tapi  Bisa juga dipanggang untuk barbeque,” ucapnya.

Sedangkan sirloin, kata dia, banyak juga digunakan untuk membuat steak. Daging has luar, ini terletak di daerah punggung dekat dengan paha belakang sapi.

BACA JUGA: Terciduk Bobol ATM, Pria Ini Pura-pura Gila

“Daging sirloin ini memiliki tekstur yang lebih kenyal karena dibalut otot. Bagian daging ini cocok untuk dimasak tumisan, steak, dan semacamnya,” kata Chandra.

FOKUSJabar.id Daging Merah
Meat & Livestock Australia (MLA) Kembali Sosialisasikan Dan Memperkenalkan Manfaat Daging Merah dan Cara Pengelolahanya Pada Acara Beef Talk di Tilu Restaurant, Jalan LLRE Martadinata Kota Bandung Jabar. (Foto: Yusuf Mugni)

Meski begitu, pihaknya meningkatkan, banyak yang belum memahami dalam mengolah daging merah agar sesuai dengan nutrisi yang diperlukan dan juga rasa.

“Yang menjadi catatan adalah sebelum mengolah pastinya harus tahu dulu bagian apa daging yang kita miliki. Atau minimal bisa ditanyakan kepada penjualannya, agar kita bisa tahu akan diolah apa,” ungkapnya.

Sebagai informasi, daging merah merupakan istilah kuliner yang merujuk kepada daging yang berwarna kemerahan. Secara kimiawi, daging ini berwarna kemerahan karena kandungan myoglobin yang relatif lebih tinggi dibandingkan daging putih.

Daging ayam hanya mengandung 0.05 persen myoglobin, daging babi mengandung 0.1-0.3 persen, dan daging sapi muda 0.4-1 persen. Sedangkan daging sapi tua memiliki 1.5 hingga 2 persen myoglobin.

Dalam ilmu gizi, daging ini didefinisikan sebagai daging yang memiliki lebih banyak protein mioglobin daripada daging putih.

Daging putih didefinisikan sebagai daging non-gelap dari ikan atau ayam (tidak termasuk kaki atau paha).

(Yusuf Mugni/Bambang Fouristian)

Artikel Lainnya

spot_img