BANDUNG,FOKUSJabar.id: Boleh percaya atau pun tidak, ada beberapa jenis tanaman (tumbuhan) yang di percaya sebagai pengusir jin.
Berikut beberapa tanaman pengusur jin yang tumbuh di sekitar kita dan dapat di temukan dengan mudah:
- Bunga Mawar
Mawar adalah suatu jenis tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang di hasilkan tanaman ini.
Mawar liar terdiri dari 100 spesies lebih, kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk.
BACA JUGA: 15 Manfaat Daun Bidara untuk Kesehatan Anda
Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter.
Walaupun jarang di temui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter.
Sebagian besar spesies mempunyai daun yang panjangnya antara 5–15 cm dengan dua-dua berlawanan (pinnate).

Daun majemuk yang tiap tangkai daun terdiri dari paling sedikit 3 atau 5 hingga 9 atau 13 anak daun dan daun penumpu (stipula) berbentuk lonjong, pertulangan menyirip, tepi tepi beringgit, meruncing pada ujung daun dan berduri pada batang yang dekat ke tanah.
Mawar sebetulnya bukan tanaman tropis, sebagian besar spesies merontokkan seluruh daunnya dan hanya beberapa spesies yang ada di Asia Tenggara yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun.
Bunga mawar yang cantik rupanya tak hanya memiliki fungsi estetika semata. Lebih dari itu, tanaman hias ini pun bisa di manfaatkan untuk menangkal gangguan gaib (jin).
Misalnya saja, jika ada orang yang berniat jahat dan mengirimkan gangguan dalam bentuk tak kasat mata. Ajaran Islam sendiri mengenal tanaman ini sebagai tanaman yang memiliki khasiat khusus berkenaan dengan gangguan gaib.
Pasalnya, tanaman mawar di percaya memiliki kemampuan untuk menangkal dan menyerap energi negatif tersebut.
- Tanaman Kaktus
Kaktus adalah nama yang di berikan untuk anggota tumbuhan berbunga family Cactaceae. Dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air dan biasa di temukan di daerah-daerah yang kering (gurun).
Kaktus memiliki akar yang panjang untuk mencari air dan memperlebar penyerapan air dalam tanah. Air yang di serap kaktus di simpan dalam ruang di batangnya.
Kaktus juga memiliki daun yang berubah bentuk menjadi duri. Sehingga dapat mengurangi penguapan air lewat daun. Oleh sebab itu, kaktus dapat tumbuh pada waktu yang lama tanpa air.
BACA JUGA:
Tak Dipakai Berobat, Iuran BPJS Kesehatan Dipakai Apa?
Tanaman ini sendiri hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mulai dari yang besar hingga yang berukuran mini.

Kaktus cocok di tanam sebagai tanaman hias di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Khasiatnya bukan hanya untuk menangkal santet dan gangguan gaib lainnya. Di sisi lain juga mampu menjadi tanaman pengundang rezeki ke dalam rumah.
- Tanaman Bidara
Bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering.
Perdu atau pohon kecil, biasanya bengkok, tinggi hingga 15 meter dan gemang batang hingga 40 cm. Cabang-cabang menyebar dan acap menjuntai, dengan ranting-ranting tumbuh simpang siur dan berambut pendek. Selalu hijau atau semi menggugurkan daun.
Daun-daun penumpu berupa duri, sendirian dan lurus (5–7 mm) atau berbentuk pasangan dimorfis, di mana yang kedua lebih pendek dan melengkung, kadang-kadang tanpa duri
Daun-daun tunggal terletak berseling. Helai daun bundar telur menjorong atau jorong lonjong, 2–9 cm x 1.5–5 cm, bertepi rata atau sedikit menginggit, gundul dan mengkilap di sisi atas, dan rapat berambut kempa keputihan di sisi bawahnya dengan tiga tulang daun utama yang tampak jelas membujur sejajar, bertangkai pendek 8–15 mm.

Bagi pemeluk agama Islam, pohon bidara di percaya tumbuh dari surga. Sehingga memiliki khasiat gaib. Tak heran bila kemudian daun pohon bidara banyak di manfaatkan untuk mengobati berbagai gangguan medis seperti teluh ataupun santet.
Pohon yang di kenal dengan nama sirih India ini merupakan tanaman untuk mengusir jin yang memiliki rupa cantik layaknya tanaman hias. Selain untuk menangkal gangguan gaib, pohon bidara juga bisa di manfaatkan untuk mendekorasi halaman rumah.
- Bambu Kuning
Bambu kuning (Bambusa vulgaris var. striata) adalah salah satu jenis bambu peliharaan/budidaya. Bambu jenis ini memiliki ciri batang yang beruas-ruas, tinggi dan batangnya berwarna kuning.
Biasanya, bambu jenis ini hidup di lingkungan tropis. Di kawasan Asia Tenggara, bambu jenis ini banyak di budidayakan dan sering di jumpai di desa-desa, di pinggir-pinggir sungai dan sebagai tanaman hiasan di perkotaan.
BACA JUGA:
Generasi “Jujur” dan Cara Baru Memilih Asupan
Bambu kuning dapat di perbanyak dengan cara stek (rhizome, rumpun atau cabang), cangkok dan kultur jaringan. Namun, cara termudah dan sering di lakukan adalah stek rumpun atau cabang.

Umumnya, rumpun yang akan di stek adalah rumpun yang tidak terlalu muda atau tidak terlalu tua. Rebusan pada bambu ini mengandung saponin dan flavonoida.
Tidak hanya itu, bambu kuning juga mengandung sumber potassium yang rendah kalori serta memiliki rasa manis yang terkenal sebagai sumber protein dan nutrisi yang baik bagi tubuh.
Bambu ini memiliki khasiat mengobati bermacam jenis infeksi dan pencegah hepatitis.
Bambu kuning memang cantik sebagai tanaman hias. Namun juga dapat menjadi tanaman pengusir jin yang sangat ampuh untuk mengusir berbagai gangguan gaib.
Menariknya, pohon bambu kuning juga dapat membantu mencegah niat jahat dari orang asing misalnya yang hendak mencuri atau merampok. Manfaat lainnya, pohon bambu kuning juga bisa di jadikan sebagai tanaman pagar yang sangat cantik.
- Tanaman Kelor
Kelor atau merunggai (Moringa oleifera) adalah sejenis tumbuhan dari suku Moringaceae. Tumbuhan ini di kenal dengan nama lain seperti: limaran, moringa, ben-oil (dari minyak yang bisa diekstrak dari bijinya), drumstick (dari bentuk rumah benihnya yang panjang dan ramping), horseradish tree (dari bentuk akarnya yang mirip tanaman horseradish) dan malunggay di Filipina.
Kelor adalah tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat, berumur panjang, berbunga sepanjang tahun dan tahan kondisi panas ekstrem.
Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropics di Asia Selatan. Tanaman ini umum di gunakan untuk menjadi pangan dan obat di Indonesia. Biji kelor juga di gunakan sebagai penjernih air skala kecil.

Tanaman kelor memiliki ketinggian 7-11 meter, berbatang berkayu (lignosus), tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar, percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring, cenderung tumbuh lurus dan memanjang.
Daunnya memliki ciri berupa: majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling, beranak daun gasal (imparipinnatus), helai daun saat muda berwarna hijau muda.
Buah berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20 – 60 cm; buah muda berwarna hijau – setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat – berwarna coklat kehitaman, berbuah setelah berumur 12 – 18 bulan. Akar tunggang, berwarna putih, membesar seperti lobak.
Daunnya memiliki aroma menyengat yang sangat khas. Sayangnya, banyak orang yang tak suka bau daun kelor yang sebetulnya sangat bermanfaat untuk menangkal gangguan mistis.
Konon, daun kelor di yakini dapat melemahkan dan memusnahkan ilmu hitam yang di alamatkan ke rumah. Selain banyak di manfaatkan untuk menangkal serangan gaib, daun kelor juga bisa di olah menjadi penganan yang rasanya sedap.
- Tebu Ireng
Tebu Ireng (tebu wulung) bukanlah jenis pohon tebu seperti yang biasa di temukan di ladang. Banyak penduduk di daerah Jawa yang percaya bahwa menanam pohon tebu ireng di depan rumah dapat melindungi rumah dari berbagai gangguan gaib.
Ada juga yang menyebutkan agar efeknya lebih ampuh sebaiknya pilih juga pohon tebu ireng yang memiliki daun berwarna hitam.

Posisi terbaik menanam pohon tebu ireng, yakni di halaman depan rumah dan di letakkan seperti halnya pagar rumah.
- Gaharu
Gaharu adalah kayu berwarna kehitaman dan mengandung resin khas yang di hasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/genus Aquilaria, terutama A. maleccensis.
Resin ini di gunakan dalam industry wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum. Gaharu sejak awal era modern (2000 tahun yang lalu) telah menjadi komoditas perdagangan dari Kepulauan Nusantara ke India, Persia, Jazirah Arab serta Afrika Timur.
Pohon Gaharu di percaya oleh umat Islam sebagai pohon yang berasal dari surga.
Khasiat kayu pohon gaharu pun sangat beragam. Dari mulai untuk kebutuhan medis, aksesori hingga penangkal gangguan mistis.
Dari segi mistis, konon kayu gaharu di percaya dapat mengusir jin sekaligus mengobati mereka yang terkena gangguan gaib seperti santet dan juga teluh.

Uniknya, kayu gaharu pun memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Karena di pasaran harga kayu gaharu berkualitas tinggi bisa mencapai ratusan juta rupiah per kilogramnya.
Selain memiliki manfaat mistis, ternyata pohon gaharu juga memiliki nilai ekonomis.
Nah, itulah ketujuh tanaman hias pengusir jin yang mampu melindungi rumahmu dari gangguan gaib.
(Bambang Fouristian/berbagai sumber)


