spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

PT MUJ ONWJ Pasok 20 Ton Oksigen Untuk Jabar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Migas Hulu Jabar ONWJ (MUJ ONWJ) ikut memasok 20 ton oksigen cair dari ISO Tank yang distribusikan kepada seluruh rumah sakit dan pasien Covid-19 Isolasi Mandiri (Isoman) di Jabar.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima bantuan oksigen cair dari beberapa donatur diantaranya MUJ ONWJ, Sinasmas Group Sumatra Selatan, Krakatau Posco, Krakatau Steel, Aico Energi- Serba Dinamik, Pupuk Sriwidjaja, Kemenkes RI dan Tanoto Foundation.

Selain bantuan satu isotank, MUJ ONWJ juga turut mendukung penyaluran tabung oksigen yang dilakukan oleh Tim Posko Oksigen Jabar. Tabung oksigen tersebut disalurkan di Rumah Sakit – Rumah Sakit di penjuru Jawa Barat.

 Direktur Utama MUJ ONWJ Ryan Alfian Noor menjelaskan bahwa MUJ ONWJ berkomitmen untuk mendukung kegiatan tim Posko Oksigen Jawa Barat dalam memenuhi pasokan oksigen ke Rumah Sakit di Jawa Barat untuk penanganan Covid-19.

BACA JUGA: PT MUJ ONWJ Bantu Petani Indramayu

“Sesuai dari arahan Pak Gubernur Jabar, Tim Posko Oksigen Jawa Barat akan terus melakukan usahanya untuk terus mencari sumber, solusi dan pemetaan pendistribusian oksigen agar kebutuhan harian Jabar tetap terjaga,” kata dia dalam rilis Sabtu (31/7/2021).

Sementara itu Gubenur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, oksigen cair tersebut jika di konversikan akan menjadi ribuan tabung gas oksigen. “Kita lihat neracanya lalu dikirim ke seluruh penjuru mata angin termasuk 20 persen dari oksigen yang datang dibagi dua ada yang ke rumah sakit dan rumah-rumah warga,” kata dia.

Ridwan Kamil mengatakan, dalam menangani pandemi COVID-19 khususnya pemenuhan kebutuhan oksigen perlu kolaborasi dengan semua pihak termasuk korporasi. Kerja sama ini terealisasi berkat komunikasi dan hubungan baik yang kemudian ditindak lanjuti secara teknis oleh Posko Oksigen Jabar.

DIa melaporkan berkat dukungan semua pihak angka keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 kini sudah turun di angka 65 persen. Namun, Dia tetap mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir.

“Perjalanan belum usai karena kita tidak tahu kapan pandeminya akan usai, apakah ada gelombang tiga. Makanya ketersediaan oksigen ini menjadi penting agar kita lebih siap,” katanya.

(Anthika Asmara)

Artikel Lainnya

spot_img