spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

10 Rahasia Telur Burung Puyuh untuk Kesehatan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasiandae. Burung Puyuh berukuran menengah. Dari dunia baru (family Odontophoridae) dan puyuh kancing (family Turnicdae) tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip.

Selain dagingnya, telur Burung Puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Seringkali dimakan mentah bersama sushi dan umum ditemukan pada menu makan siang Jepang.

Burung Puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya.

Burung Puyuh bersarang di permukaan tanah dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek.

telur fokusjabar.id
(foto web)

Beberapa spesies seperti Puyuh Jepang adalah Migratori  dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh Jepang diternakkan terutama karena telurnya.

BACA JUGA: 9 Alasan Wanita Suka Pria Gemuk

Keluarga Burung Puyuh termasuk jenis burung yang sering dimakan dan sering dimasak ala Prancis. Dagingnya juga biasa ditemukan pada masakan Malta, Portugis dan India.

Burung puyuh umumnya dimakan bersama dengan tulangnya karena mudah dikunyah dan karena ukurannya yang kecil sangat menyulitkan untuk mengeliminasi tulang dari dagingnya.

Di Kolombia direbus digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina juga direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak (jajanan lokal yang popular).

Berbeda dengan telur ayam atau bebek yang polos, telur puyuh memiliki corak hitam pada cangkangnya. Ukurannya juga lebih kecil. 

Biasanya diolah menjadi sate telur puyuh yang dibacem atau dicampur dalam sup atau tumis sayur. Meski ukurannya kecil, namun memiliki banyak kandungan nutrisi.

Dalam satu butir mengandung sebagian besar kebutuhan vitamin B12 harian, selenium, riboflavin dan kolin untuk tubuh serta mengandung 14 kalori.

Selenium dan riboflavin adalah nutrisi penting yang membantu tubuh memecah makanan dan mengubahnya menjadi energi. Selenium juga membantu memastikan fungsi tiroid yang sehat.

Tak hanya itu, juga memiliki berbagai manfaat lain untuk kesehatan jika dikonsumsi secara teratur.

Berikut manfaatnya:

  1. Membantu mengobati gangguan pernapasan

Salah satu penyakit yang disebabkan adanya gangguan pernapasan adalah asma. Telur burung ini mengandung sifat antioksidan yang dapat meningkatkan fungsi paru-paru secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, kandungan vitamin A yang tinggi dan juga selenium. Itu sebabnya, bisa secara ajaib menyembuhkan dan mengatasi masalah pernapasan seperti batuk, asma hingga TBC.

  1. Obati Alergi

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Food Science & Nutrition menemukan suplemen makanan dengan telur puyuh efektif dalam meredakan gejala rinitis alergi. Telur burung ini dapat membantu mengobati alergi karena adanya ovomucoid, suatu penghambat enzim (tripsin) dalam satu butir telur.

telur fokusjabar.id
(foto web)

  1. Mengurangi Risiko Diabetes

Telur bercorak hitam ini memiliki indeks glikemik yang rendah. Artinya melepaskan gula secara perlahan ke dalam darah seseorang yang kemudian membantu mengatur kadar glukosa darah. Sehingga mengonsumsinya secara teratur dapat mengurangi risiko penyakit Diabetes dan gangguan ginjal.

  1. Mendetoksifikasi Tubuh dari Racun

Racun yang menumpuk dalam tubuh tentu akan membahayakan seseorang dan dapat memicu munculnya penyakit dalam tubuh. Telur burung ini mengandung antioksidan seperti beta-karoten dan vitamin A, C dan E.

Antioksidan melawan radikal bebas berbahaya (racun) dan membantu menghilangkannya dari tubuh. Kadar airnya juga tinggi sehingga membantu mengeluarkan racun dari sistem tubuh.

  1. Redakan Sakit Perut

Telur Puyuh telah digunakan sebagai pengobatan rumahan untuk mengobati gastritis selama berabad-abad. Hal ini dikarenakan mengandung antioksidan dan asam amino. Senyawa ini dikatakan dapat mengembalikan sel mukosa lapisan lambung.

telur fokusjabar.id
Ilustrasi (foto web)

Mengonsumsi secara rutin diklaim dapat membantu mengobati gangguan perut seperti sakit perut dan maag.

  1. Mengurangi Risiko Anemia

Zat besi adalah komponen struktural penting dari sel darah merah yang membawa oksigen ke semua sel tubuh. Telur bercorak hitam ini merupakan sumber yang kaya zat besi.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Karena itu, memasukkan telur puyuh ke dalam daftar makanan yang kita konsumsi dapat meningkatkan sistem peredaran darah.

Telur ini memiliki kalium lima kali lebih banyak daripada telur ayam. Kalium merupakan mineral esensial yang terlibat dalam beberapa fungsi penting tubuh.

Ini adalah vasodilator alami, sehingga dapat membuka dan mengendurkan pembuluh darah, sehingga dapat membantu menjaga tekanan darah dan mengatur hipertensi.

  1. Meningkatkan Metabolisme Tubuh

Vitamin B yang terkandung di dalamnya ternyata dapat meningkatkan aktivitas metabolisme di seluruh tubuh. Hal ini akan dilakukan oleh vitamin B dengan cara meningkatkan fungsi hormon tubuh dan juga enzimatik yang ada dalam tubuh seseorang.

  1. Menjaga Kesehatan Mata

Vitamin A berperan penting untuk menjaga kesehatan mata. Dalam telur burung ini juga terkandung vitamin A yang dapat melindungi dan meningkatkan kualitas penglihatan mata, dengan membantu mengurangi degenerasi makula dan mampu mencegah perkembangan katarak.

telur fokusjabar.id
(foto web)

  1. Meningkatkan Kekuatan Tulang

Asam amino, seperti lisin, sangat penting untuk kekuatan tulang, terutama pada anak-anak. Bersama dengan nutrisi penting lainnya, kandungan ini ditemukan dalam jumlah tinggi pada telur puyuh.

Dengan menambahkan telur ini untuk memenuhi kebutuhan zinc dan kalium. Melalui khasiat tersebut, terbukti dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis atau penyakit melemahnya tulang.

telur fokusjabar.id
(foto web)

  1. Meningkatkan Konsentrasi

Melalui vitamin dan nutrisinya, telur ini efisien untuk meningkatkan fungsi kognitif. Vitamin A dalam makanan ini memberikan tingkat perlindungan tertentu ke otak.

Oleh karena itu, sistem neurologis kita memiliki penghalang terhadap kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.

Antioksidan juga dapat mengurangi risiko penyakit neurologis seperti alzheimer, parkinson, atau demensia. Semoga Bermanfaat.

(Bambang Fouristian/berbagai sumber)

Artikel Lainnya

spot_img