spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

Pemkot Bandung Kaji Ulang Kebijakan Dine In di Resto dan Kafe

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mengkaji kembali kebijakan dine in atau makan di tempat di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4. Baik itu di restoran maupun di kafe

“Seperti hari ini kita lakukan simulasi. Skor kita di 1.78. Artinya, sedikit lagi kita bisa ke level tiga. Kalau ternyata minggu depan kita bisa di level tiga, sudah ada kelonggaran. Kita lihat nanti,” kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di salah satu restoran kawasan Gasibu, Kota Bandung, Jabar, Jumat (30/7/2021).

Yana mengungkapkan, saat simulasi, terdapat infrastruktur yang menunjang pelaksanaan protokol kesehatan (prokes). Seperti bilik desinfektan, seluruh karyawan telah divaksin serta kapasitas yang ada hanya 25 persen. Selain itu, tiap resto dan kafe harus memiliki satuan petugas (satgas).

“Dengan kesiapan seperti itu, maka diharapkan pengunjung dapat merasa aman dan nyaman saat makan. Selain itu, terdapat petugas yang mengingatkan dan melakukan pengawasan. Saya lihat kebijakan makan di tempat sudah siap,” kata dia.

BACA JUGA: Sembuh Dari Sakit, Oded Ucapkan Terimakasih Pada Masyarakat Kota Bandung Atas Doanya

Menurutnya, simulasi dine in di resto dilakukan sebagai respon terhadap aspirasi asosiasi restoran dan kafe di Kota Bandung yang terdampak dan berencana mengibarkan bendera putih tanda menyerah. Namun, sementara ini, berdasarkan regulasi dine in belum diperbolehkan.

Pemkot Bandung Kaji Ulang Kebijakan Dine In di Resto dan Kafe 1

“Kita lihat kesiapan mereka, kalau ternyata minggu depan mudah-mudahan berdoa kita lihat kurva penyebaran Covid-19 cenderung turun makanya skor risiko udah 1.78 kurang 0,02 aja kita udah turun level ke level tiga, tentu butuh persiapan simulasi jangan sampai kaget,” kata Yana.

Yana menambahkan, saat ini keterisian tempat tidur di rumah sakit bagi pasien Covid-19 telah turun mencapai 64 persen dan kasus penyebaran Covid-19 mengalami penurunan. Dia berharap, tren positif tersebut terus dapat berkembang.

(Yusuf Mugni/Ageng)

Artikel Lainnya

spot_img