spot_img
Kamis 23 September 2021
spot_img
spot_img

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 T untuk Penanganan Covid-19, Siapa Dia?

PALEMBANG,FOKUSJabar.id: Keluarga Akidi Tio tengah ramai diperbincangkan karena menyumbang Rp 2 trilyun untuk penanganan Covid-19 ke Polda Sumatera Selatan. Siapakah dia?

Hal ini diuangkapkan oleh dokter Hardi Dermawan yang merupakan dokter keluarga Akidi Tio. dia juga merupakan penghubung bantuan itu kepada Kapolda Irjen Eko Indra Heri.

Keluarga Akidi Tio Sumbang Rp 2 T untuk Penanganan Covid-19, Siapa Dia? 1
Dokter pribadi keluarga Akidi Tio, dokter Hardi Dermawan. (web)

“Pengusaha bangunan, traso. Ada usaha perkebunan juga, tapi itu urusan keluarga. Ini hanya kedekatan saya sama keluarga pasien,” kata dokter Hardi, Selasa (27/7/2021).

Hardi mengatakan, ada salah satu anak Akidi yang ikut memberikan bantuan ke Kapolda, Senin (26/7/2021) kemarin. Ia adalah Erianti, yang datang mewakili keluarga.

BACA JUGA: Disdagin Kota Bandung Usulkan Posko Oksigen Untuk Penuhi Kebutuhan

“Almarhum ini ada anak tujuh orang, yang ikut kemarin Erianti. Uang diberikan untuk pengendalian Covid-19 dan kesehatan karena keluarga prihatin melihat ini,” kata Hardi, seperti dilansir Detik.

Keluarga melihat banyak rekan mereka meninggal tak tertolong karena fasilitas terbatas dan penuh.

“Alasan ya banyak meninggal dan dia melihat kawan dia banyak meninggal karena tidak bisa dirawat, jadinya prihatin,” kata Hardi.

Hardi mengatakan, sudah kenal sejak puluhan tahun dengan Akidi Tio. Akidi wafat pada 2009 dan dimakamkan di Palembang.

“Saya hubungan hanya antara dokter sama pasien saja. Tak ada hubungan lain, bisnis juga tidak ada, murni pasien dan dokternya yang sudah puluhan tahun kenal,” katanya.

Hardi mengatakan uang Rp 2 triliun itu rencana akan dicairkan lewat cek hari ini. Namun rencana itu berubah karena nominalnya cukup besar dan butuh pengawasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Yang berhubungan dekat itu Pak Akidi saat masih hidup dengan Kapolda, anaknya juga kenal baik. Pak Akidi meninggal 2009 dan dimakamkan di Palembang, walau anaknya sukses di Jakarta, mereka tetap ingat Palembang,” katanya.

“Tadinya mau dikasih cek, karena besar ya mungkin ditransfer. Prosedur tidak bisa begitu saja, harus tahu OJK juga, transfer ke tim nanti,” katanya.

(Agung)

Artikel Lainnya

spot_img