spot_img
Sabtu 16 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Karya Seni Warga Majalengka Bernama Zurig Corona di Masa PPKM Darurat

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, warga Majalengka Jawa Barat (Jabar) berhasil membuat karya seni yang diberi nama “Zurig Corona.”

Sebuah karakter bernama ‘Zurig Corona’, merupakan wayang yang dibuat dengan bahan dasar limbah buah kelapa. Sesuai namanya, ‘Zurig Corona’ adalah karakter wayang dengan sosok yang menyeramkan.

Maya Berlin yang merupakan seorang guru seni budaya di SMPN 1 Majalengka ini mengaku, ide membuat Zurig Corona muncul saat masa PPKM Darurat dimulai pada 3 Juli 2021 kemarin, seperti dilansir Detik.com.

“Idenya muncul pas PPKM Darurat dimulai. Saya mikir gimana caranya supaya tetap bisa produktif di saat seperti ini,” kata Maya belum lama ini.

BACA JUGA: Resmikan Alun-alun Majalengka, Ridwan Kamil: Silakan Berkegiatan tapi Disiplin Prokes

Maya mengatakan, PPKM Darurat memaksa semua penjual makanan maupun minuman dilarang melayani pembeli yang makan di tempat, termasuk para penjual kelapa yang berada tak jauh dari rumahnya di Desa Jatipamor, Kecamatan Panyingkiran.

FOKUSJabar.id Majalengka
Wayang Zurig Corona. (Foto: Web)

Saat membeli kelapa, Maya berinisiatif untuk membuat wayang dengan bentuk yang menyeramkan seperti halnya virus Corona. Dari situlah, kemudian tercipta ‘Zurig Corona’, wayang buatan maya dari batok dan serabut kelapa.

“Buat wayang ini awalnya karena dampak PPKM juga sih. Ketika saya beli es kelapa muda, ternyata gaboleh minum di tempatnya kan, harus dibawa pulang. Setelah di rumah saya belah kelapa ini. Saya pikir limbahnya itu baiknya dijadikan apa gitu, ah saya buatkan aja wayang, gitu,” ungkap Maya.

“Nah kalau bentuknya yang menyeramkan ini sekarang kan lagi rame kasus COVID-19, jadi saya bikin wayang yang seram ini, menggambarkan virus (Corona) yang seram juga. Saya namakan zurig atau hantu Corona,” sambungnya.

Dalam sehari, Maya bisa membuat satu wayang dengan menggunakan satu setengah batok kelapa kering. Untuk bagian kepalanya, batok kelapa dibelah menjadi dua bagian. Agar wayangnya terlihat menyeramkan, Maya mengukir belahan batok kelapa itu menggunakan pisau.

Sementara untuk badannya, batok kelapa yang masih utuh disambung menggunakan bambu agar membentuk tangan.

Lalu Maya juga menambahkan beberapa aksesoris lainnya agar penampilan Zurig Corona makin menyeramkan.

Bukan hanya sekedar membuat saja, Maya juga berencana akan mengadakan pagelaran wayang Zurig Corona di hadapan murid-muridnya. Bahkan Maya juga telah menyiapkan narasi yang berisikan sosialisasi Mengenai bahaya virus Corona.

“Sebetulnya ini rencananya ingin sosialsisasi tentang Corona juga, tapi kan penontonnya sekarang tidak boleh berkerumun karena PPKM itu. Ya akhirnya, sementara saya buat wayangnya aja dulu aja, kalau naskah sih sudah ada,” jelasnya.

Maya sendiri memang dikenal sebagai salah satu seniman di Majalengka yang seringkali membuat karya dari bahan-bahan limbah. Mulai dari patung kertas, gitar dari derigen termasuk wayang Zurig Corona merupakan contoh karya yang telah dibuat Maya Berlin.

(Nendy)

Artikel Lainnya

spot_img