spot_img
Selasa 3 Agustus 2021
spot_img
spot_img

PTM di Kota Bandung Ditunda Jika Kasus Covid-19 Bertambah

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna mengaku akan meminta kepada Wali Kota Bandung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas untuk sementara waktu ditunda. Hal itu jika kasus Covid-19 di Kota Bandung terus mengalami kenaikan selama sepekan.

Ema mengatakan, saat ini, keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit mengalami kenaikan. Namun begitu, positivity rate atau laju penyebaran Covid-19 saat ini masih berada di angka 6 persen.

” Sekarang bed occupancy rate (BOR) 79 (persen) memang dulu di angka 93. Sekarang ada tren naik artinya yang bergejala bertambah tapi saya melihat positivity rate 6 sekian persen dibandingkan kemarin 7 persen semakin baik,” kata Ema di Sekolah SMP Santosa Yusuf Jalan Jawa Kota Bandung Jabar, Senin (7/6/2021).

BACA JUGA: Meski Naik Kasus Covid-19 di Kota Bandung Masih Terkendali

Menurutnya, data kasus penyebaran Covid-19 di Bandung sangat dinamis sehingga masyarakat harus tetap waspada secara maksimal. Pihaknya sudah meminta kepada dinas kesehatan (Dinkes) agar meminta rumah sakit menambah tempat tidur dan mengoptimalkan tempat isolasi mandiri (isoman).

Lebih lanjut Ema mengatakan, keterisian tempat tidur di tempat isolasi mandiri di hotel sudah mencapai 80 persen. Pihaknya berencana menambah satu hotel sebab dari tiga hotel yang sebelumnya digunakan saat ini hanya berfungsi dua hotel. Sebab kerjasama dengan satu hotel lainnya sudah selesai.

Dari 79 persen keterisian tempat tidur pasien Covid-19 sekitar 52 persen merupakan penduduk Bandung dan 48 persen warga luar Bandung. Apabila kasus Covid-19 dan keterisian tempat tidur pasien Covid-19 naik maka PTM terbatas dapat ditunda.

“Kalau BOR semakin meningkat masukannya dipending (PTM) tapi berharap kondisi ideal kejadian apapun harus lebih baik dari kemarin,” ungkapnya.

Ema menambahkan, keputusan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka terbatas akan ditentukan oleh Wali Kota Bandung pada Jumat mendatang.

“Iya dan tidak nanti oleh pak Wali Kota yang mengambil keputusan. Nanti hari Jumat kami ekspos,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara) 

Artikel Lainnya

spot_img